Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

Berbicara Tenang, Mengubah Banyak Hal

Berbicara Tenang, Mengubah Banyak Hal
Dr. Marshall B. Rosenberg

JAKARTA, MEDIA POSITIF - ​Pernahkah Anda merasa bahwa semakin keras Anda berteriak, semakin sedikit orang yang benar-benar mendengar? Di dunia yang penuh dengan opini meledak-ledak, kita sering lupa bahwa komunikasi yang paling efektif justru lahir dari ketenangan.

​Berbicara dengan nada yang lembut bukan sekadar soal sopan santun; ini adalah tentang kecerdasan emosional dan strategi untuk benar-benar dipahami.

Belajar dari Marshall Rosenberg dan NVC

​Dalam psikologi komunikasi, kekuatan ketenangan ini dijelaskan dengan sangat baik oleh Dr. Marshall B. Rosenberg (1934–2015). Ia adalah seorang psikolog klinis terkemuka sekaligus tokoh perdamaian internasional yang mengembangkan metode Nonviolent Communication (NVC) atau Komunikasi Tanpa Kekerasan.

​Rosenberg mendedikasikan hidupnya untuk memahami mengapa manusia sering terjebak dalam komunikasi yang saling menyerang. Salah satu pemikirannya yang paling mendalam adalah:

"Setiap bentuk kekerasan (termasuk teriakan) adalah ekspresi tragis dari kebutuhan yang tidak terpenuhi."

​Menurut Rosenberg, ketika kita berbicara dengan nada tinggi atau penuh penghakiman, lawan bicara secara otomatis akan mengaktifkan sistem pertahanan mereka (defensive).

Alih-alih mendengarkan substansi pesan Anda, otak mereka justru sibuk mempersiapkan serangan balik. Dengan berbicara tenang, Anda membantu lawan bicara merasa "aman", sehingga mereka bisa mendengar kebutuhan Anda tanpa merasa terancam.

Mengapa Ketenangan Mengubah Keadaan?

​Ketenangan memiliki dampak biologis dan psikologis yang nyata dalam sebuah interaksi:

  • Meredakan Respon "Fight-or-Flight": Suara yang lembut mencegah otak lawan bicara melepaskan hormon stres, sehingga logika tetap berjalan di atas emosi.

  • Membangun Koneksi Emosional: Marshall Rosenberg menekankan pentingnya empati. Suara yang tenang menunjukkan bahwa Anda lebih peduli pada koneksi antarmanusia daripada sekadar memenangkan argumen.

  • Meningkatkan Keyakinan: Seseorang yang mampu menjaga suaranya tetap stabil di tengah situasi panas menunjukkan bahwa ia memiliki kendali diri yang kuat—sebuah kualitas kepemimpinan yang disegani.

Seni Berbicara Tenang di Dunia yang Bising

​Berbicara lembut bukan berarti Anda lemah atau pasif. Sebaliknya, ini adalah tentang menjadi komunikator yang sadar (conscious communicator). Berikut beberapa langkah praktis yang bisa Anda coba:

  1. Amati Tanpa Menghakimi: Sesuai prinsip NVC, sampaikan apa yang Anda lihat (fakta), bukan apa yang Anda tuduhkan. Lakukan ini dengan nada suara yang rendah dan stabil.

  2. Kenali Perasaan dan Kebutuhan Anda: Sebelum bicara, tanyakan pada diri sendiri: "Apa yang sebenarnya saya butuhkan sekarang?" Kesadaran ini akan membuat suara Anda terdengar lebih tulus, bukan menyerang.

  3. Gunakan Jeda: Marshall Rosenberg sering menggunakan jeda untuk mendengarkan secara empati. Jangan terburu-buru membalas. Jeda memberikan ruang bagi ketenangan untuk mengambil alih.

Kesimpulan

​Dunia sudah cukup bising dengan pertengkaran dan ego. Menjadi sosok yang mampu berbicara tenang adalah sebuah "kekuatan super" yang mampu mengubah konflik menjadi solusi.

Seperti yang diajarkan oleh Marshall Rosenberg, komunikasi sejati bukan tentang siapa yang paling keras, melainkan tentang seberapa dalam kita bisa saling memahami.

​Mulailah hari ini coba turunkan nada bicara Anda, dan lihatlah bagaimana dunia di sekitar Anda akan menjadi bersahabat.


-


Komentar