Sensitif Bukan Lemah: 10 Tanda Kekuatan Emosional yang Tersembunyi
JAKARTA - MEDIA POSITIF, Orang yang sensitif secara emosional sering merasa cemas, tetapi ada kelebihan yang mereka miliki.
-
Orang yang sensitif cenderung ingin menjaga kedekatan dan memastikan komunikasi tetap baik.
-
Meski berjuang secara emosional, banyak orang yang sensitif tetap mampu berbicara dengan baik.
-
Mengenali tanda-tanda sensitivitas emosional akan menjadi langkah awal untuk belajar mengelola emosi untuk membangun hubungan yang harmonis.
Orang yang sensitif belum tentu terlihat sensitif di permukaan. Mereka bisa saja terlihat kuat dan bisa beraktivitas dengan baik tanpa terlihat ada masalah yang membuatnya terpuruk.
Mereka mungkin saja tampak tidak sadar kalau sedang sensitif karena selalu mencoba tetap kuat mental.
Sensitif secara emosional bukan tentang seberapa tenang seseorang akan terlihat. Hal ini tentang bagaimana bisa menangani tekanan, ketidaksepakatan, dan kedekatan sehingga pola ini tidak langsung terlihat oleh kebanyakan orang.
Tanda yang menunjukkan seseorang sensitif secara emosional
Berikut ini tanda hal yang meskipun anda sensitif tapi tegar dalam menjalani hidup:
1. Sulit menenangkan diri sendiri
Ketidaknyaman yang anda rasakan terkadang terlalu mendesak anda ke dalam sesuatu yang terasa lebih besar. Anda bisa saja langsung bereaksi, mencari kepastian, dan membutuhkan respons secepat mungkin.
Keheningan bisa saja terasa menakutkan, bukan karena anda terlalu dramatis, tapi karena pikiran tidak mudah tenang tanpa adanya jaminan dari luar yang memastikan anda benar aman.
2. Takut mengambil tanggung jawab secara penuh
Anda terkadang ada pada kondisi dimana tidak ingin mengambil tanggung jawab secara penuh, bukan karena anda tidak peduli hal tersebut. Tapi, rasanya mengakui kesalahan bisa terasa seperti ancaman terhadap harga diri.
Justru anda bisa terasa lebih nyaman ketika berkata “itu bukan niatku” daripada anda berkata “aku mengerti peranku disini”.
Dimana dibalik ucapan tentu ada ketakutan akan kehilangan rasa diterima oleh orang lain dan jadi kehilangan validasi.Pelan-pelan, anda bisa belajar merasa aman untuk mengakui peran tanpa kehilangan rasa diterima
3. Tidak konsisten secara emosional
Anda merasakan bahwa diri anda terkadang menjadi tidak konsisten secara emosional karena dari mendekat kemudian menjauhi orang lain begitu saja. Sehingga membuat orang lain bingung dengan sikap anda.
Terkadang anda terbuka untuk bercerita terkait masalah, tapi juga bisa saja menghilang begitu saja ketika anda menutup diri.
Hal ini bukan karena anda ingin mempermainkan perasaan seseorang tapi anda merasa lelah dalam mengelola intensitas emosional sendiri sehingga daripada menyakiti orang lain, anda memilih untuk menjauh sementara waktu.
3. Perbedaan pendapat bisa terasa mengancam
Berbeda pendapat tentu menjadi hal yang wajar, tapi ketika anda menyampaikan secara tenang, perbedaan pendapat ini justru seperti mengancam hubungan yang telah anda jalin bersama orang lain.
Hal ini karena anda merasa stabilitas terasa bisa saja sensitif. Maka, anda mencoba untuk memahami pendapat orang lain.
4. Merasa lelah setelah berinteraksi
Anda bisa saja merasa lelah usai berinteraksi dan merasa energi jadi tersedot habis berbicara dengan orang lain. Bukan perasaan marah atau sedih yang anda rasakan, tapi sangat hambar dan lelah.
Karena tanpa sadar Anda ikut mengatur suasana, memilih kata dengan hati-hati, dan mencoba menjaga keseimbangan emosi dan itu wajar jika anda lelah untuk berinteraksi.
Namun, anda bisa memberikan jeda terlebih dahulu untuk berbicara dengan siapapun sampai anda merasa lega.
Hubungan yang sehat biasanya terasa lapang dan anda merasa tidak terburu - buru atau merasa diawasi oleh siapapun. Anda tidak perlu juga untuk bertanggung jawab secara emosional terhadap orang lain.***
Original Article :Author:StackSnacker - Title:10 Quiet Patterns That Reveal Emotional Fragility

Komentar