Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Psikologi

Stres Menyebabkan Sembelit, Ini Penjelasan Lengkapnya

AN
PA
×
AN
AN
Penulis Media Positif
PA
AN , Patrick Massey, MD, PhD |
Stres Menyebabkan Sembelit, Ini Penjelasan Lengkapnya
Stres dapat menyebabkan sembelit

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Sembelit bisa dialami siapa saja dan biasanya ditandai dengan BAB yang lebih jarang atau sulit mengeluarkan tinja. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh perubahan pola makan dan gaya hidup. Namun, tahukah kamu bahwa stres juga bisa memengaruhi kebiasaan BAB?

Apakah Stres Bisa Menyebabkan Sembelit?

Ya, stres bisa menyebabkan sembelit. Berbagai penelitian menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara otak dan usus. Perubahan suasana hati dapat memengaruhi kondisi saluran pencernaan, begitu pula masalah pada pencernaan dapat memengaruhi suasana hati.

Stres emosional maupun fisik dapat menyebabkan perubahan pada kebiasaan BAB. Kecemasan dan kurang tidur, misalnya, juga dapat berkaitan dengan sembelit.

Kenapa Stres Bisa Menyebabkan Sembelit?

Saluran pencernaan merupakan sistem yang kompleks. Agar usus dapat bekerja dengan baik, otot, saraf, bakteri, dan berbagai sel di dalamnya harus saling bekerja sama.

Usus juga memiliki banyak sel saraf dan menggunakan beberapa zat kimia pembawa pesan yang sama dengan otak. Karena itu, ketika otak merasakan stres, usus juga dapat meresponsnya.

Stres dapat mengubah pelepasan dan kerja zat kimia pembawa pesan di dalam usus. Perubahan tersebut kemudian dapat memengaruhi pergerakan usus sehingga tinja bergerak lebih lambat. Akibatnya, kamu bisa mengalami sembelit. Pada sebagian orang, stres justru dapat menyebabkan tinja menjadi lebih encer.

Bagaimana Mengetahui Sembelit Mungkin Disebabkan oleh Stres?

Tidak ada satu pemeriksaan khusus yang bisa memastikan bahwa stres adalah penyebab sembelit. Namun, kamu bisa memperhatikan apakah sembelit muncul bersamaan dengan tanda-tanda stres lainnya.

Beberapa gejala stres yang umum antara lain:

  • Mudah lelah

  • Sulit tidur

  • Gangguan pencernaan

  • Perubahan nafsu makan

  • Jantung berdebar lebih cepat

  • Merasa gugup atau gelisah

  • Gairah seksual menurun

  • Sulit berkonsentrasi

Kamu juga bisa memperhatikan apakah sembelit muncul ketika sedang menghadapi situasi yang membuat tertekan.

Hal yang Bisa Memicu Stres

Stres tidak selalu berasal dari kejadian besar. Tanggung jawab sehari-hari yang terasa berat juga dapat menjadi sumber stres.

Beberapa contohnya meliputi:

  • Masalah keuangan

  • Tuntutan pekerjaan

  • Tekanan sekolah atau kuliah

  • Perubahan besar dalam hidup, seperti pindah rumah atau kehilangan pekerjaan

  • Masalah dalam hubungan

  • Kekhawatiran tentang kesehatan

  • Kelelahan karena merawat orang lain

Jika kamu menyadari sembelit muncul saat sedang menghadapi tekanan tertentu, mengenali sumber stres tersebut bisa menjadi langkah awal untuk membantu mengatasi stres sekaligus keluhan pencernaan.

Cara Meredakan Sembelit Saat Sedang Stres

Mengatasi sembelit saat sedang stres sebaiknya dilakukan dari beberapa sisi. Kamu bisa mencoba mengurangi stres sekaligus memperbaiki kebiasaan yang mendukung kesehatan pencernaan.

1. Mengurangi Stres

Mengelola stres dapat membantu tubuh menjadi lebih rileks. Beberapa hal sederhana yang bisa kamu coba antara lain:

  • Menghabiskan waktu bersama teman

  • Berolahraga secara rutin

  • Melakukan latihan kesadaran atau mindfulness

  • Bermeditasi

  • Berinteraksi dengan hewan

  • Melakukan yoga

  • Mencoba latihan pernapasan dalam

Jika sumber stres berasal dari masalah tertentu, seperti pekerjaan atau hubungan dengan orang lain, kamu bisa mencoba mencari cara untuk mengatasinya. Berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental juga dapat membantu jika stres terasa sulit dikendalikan.

2. Memperbaiki Pola Makan

Kurang minum dapat membuat sembelit semakin mudah terjadi. Air membantu membuat tinja lebih lunak sehingga lebih mudah dikeluarkan.

Selain itu, kurang mengonsumsi serat juga dapat menyebabkan sembelit. Kamu bisa meningkatkan asupan serat melalui makanan seperti sayuran, buah, kacang-kacangan, dan biji-bijian atau menggunakan suplemen serat jika diperlukan.

Namun, jangan hanya menambah serat tanpa meningkatkan asupan cairan. Terlalu banyak serat tanpa cukup air justru dapat memperparah sembelit, kembung, atau sakit perut.

Bagaimana dengan Obat Pencahar?

Jika perubahan pola makan dan upaya mengurangi stres belum cukup membantu, obat pencahar yang dijual bebas dapat menjadi pilihan untuk membantu melancarkan BAB.

Beberapa jenis obat pencahar bekerja dengan cara berbeda, misalnya menarik air ke dalam usus agar tinja lebih lunak, melunakkan tinja, melapisi tinja agar lebih mudah dikeluarkan, atau merangsang otot usus untuk bergerak.

Namun, penggunaan obat pencahar dalam jangka panjang dapat menimbulkan masalah. Efek samping yang mungkin terjadi antara lain mual, muntah, diare berkepanjangan, dan sakit perut. Karena itu, gunakan sesuai petunjuk dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika sembelit terus berulang.

>> Baca juga: 4 Rekomendasi Sarapan untuk Lancarkan BAB Sehat Setiap Hari

Stres Bukan Satu-Satunya Penyebab Sembelit

Meskipun stres dapat memengaruhi BAB, sembelit juga bisa disebabkan oleh kondisi lain. Beberapa di antaranya adalah:

  • Sindrom iritasi usus besar (IBS): Gangguan pencernaan yang dapat menyebabkan perubahan kebiasaan BAB, termasuk sembelit.

  • Penyakit radang usus: Kondisi seperti penyakit Crohn dan kolitis ulseratif dapat menyebabkan masalah pada usus.

  • Obat-obatan tertentu: Beberapa obat, termasuk opioid dan antihistamin, dapat menyebabkan sembelit sebagai efek samping.

  • Sumbatan usus: Kondisi ketika sesuatu menghalangi pergerakan tinja di usus. Kondisi ini dapat menyebabkan sakit perut dan perut kembung yang parah serta membutuhkan penanganan segera.

  • Kerusakan saraf: Gangguan pada saraf yang mengatur pergerakan usus dapat menyebabkan sembelit.

  • Gangguan hormon: Masalah pada hormon, seperti tiroid yang kurang aktif, juga dapat memengaruhi fungsi usus.

Kapan Harus Periksa ke Dokter?

Jika sembelit tidak membaik setelah mencoba cara sederhana, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Sembelit yang menetap bisa menjadi tanda adanya kondisi lain yang perlu ditangani.

Segera cari pertolongan medis jika sembelit disertai gejala seperti:

  • Sakit perut

  • Perut semakin membesar atau kembung berat

  • Penurunan berat badan

  • Demam

  • Menggigil

  • Mual dan muntah

  • Sakit kepala berat

  • Lemas

  • BAB berdarah

Jadi, stres memang dapat memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan sembelit pada sebagian orang. Jika kamu sering mengalami sembelit ketika sedang banyak pikiran, coba perhatikan hubungan antara kondisi emosional, pola makan, tidur, dan kebiasaan BAB. 

Dengan mengenali pemicunya, kamu bisa lebih mudah menentukan langkah yang tepat untuk mengatasinya.

Stress and Constipation: What’s the Link?
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!