Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Nutrisi

Brown Sugar atau Gula Putih, Mana yang Lebih Sehat?

AN
BA
×
AN
AN
Penulis Media Positif
BA
Barbie Cervoni, RD
Full Credit
AN , Barbie Cervoni, RD |
Brown Sugar atau Gula Putih, Mana yang Lebih Sehat?
Brown Sugar atau Gula Putih?

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Gula merah (brown sugar) dan gula putih sama-sama sering digunakan untuk memberikan rasa manis pada makanan dan minuman. Namun, karena warna, tekstur, dan rasanya berbeda, banyak orang menganggap gula merah lebih sehat daripada gula putih. Lantas, sebenarnya mana yang lebih sehat?

Apa Perbedaan Gula Merah dan Gula Putih?

Gula putih, atau gula pasir, dibuat dari tebu atau bit gula yang melalui beberapa tahap pengolahan untuk menghilangkan sebagian besar molase dan menghasilkan kristal gula berwarna putih.

Sementara itu, gula merah dibuat dengan menambahkan kembali molase ke dalam gula putih yang sudah dimurnikan. Molase inilah yang memberikan warna cokelat, rasa khas seperti karamel, serta tekstur yang lebih lembap.

Berdasarkan jumlah molase, gula merah biasanya dibedakan menjadi:

  • Gula merah muda: Mengandung lebih sedikit molase dan memiliki rasa karamel yang lebih ringan.

  • Gula merah tua: Mengandung lebih banyak molase sehingga rasanya lebih kuat dan warnanya lebih gelap.

Karena memiliki lebih banyak molase, gula merah juga cenderung lebih lembut dan lembap dibandingkan gula putih.

Apakah Gula Merah Lebih Bergizi?

Meskipun gula merah mengandung sejumlah kecil mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi, jumlahnya tidak cukup banyak untuk memberikan manfaat nutrisi yang berarti.

Dengan kata lain, kamu tidak bisa mengandalkan gula merah sebagai sumber mineral. Kamu harus mengonsumsi gula merah dalam jumlah sangat banyak untuk mendapatkan mineral tersebut, yang justru berarti mengonsumsi gula secara berlebihan.

Secara umum, kandungan nutrisi gula putih dan gula merah hampir sama. Keduanya terutama terdiri dari sukrosa dan mengandung kalori serta karbohidrat.

Jadi, kalau kamu selama ini memilih gula merah karena menganggapnya jauh lebih sehat daripada gula putih, anggapan tersebut sebenarnya kurang tepat.

Apakah Gula Merah dan Gula Putih Memengaruhi Gula Darah?

Gula merah dan gula putih sama-sama terutama mengandung sukrosa. Ketika dicerna, sukrosa dipecah menjadi glukosa dan fruktosa.

Glukosa kemudian masuk ke dalam aliran darah dan memicu pankreas untuk menghasilkan insulin. Hormon ini membantu membawa glukosa dari darah ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.

Karena komposisi keduanya sangat mirip, gula merah bukan pilihan yang secara signifikan lebih aman untuk gula darah dibandingkan gula putih.

Kecepatan kenaikan gula darah juga dapat dipengaruhi oleh makanan lain yang dikonsumsi bersama gula. Misalnya, makanan yang mengandung serat atau lemak dapat memperlambat proses pencernaan sehingga kenaikan gula darah tidak berlangsung secepat ketika gula dikonsumsi sendiri.

Kenapa Asupan Gula Tambahan Perlu Dibatasi?

Baik gula merah maupun gula putih termasuk gula tambahan sehingga konsumsinya tetap perlu diperhatikan.

Terlalu banyak mengonsumsi gula tambahan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan, termasuk:

  • Diabetes

  • Penyakit jantung

  • Tekanan darah tinggi

  • Obesitas

Karena itu, mengganti gula putih dengan gula merah tidak otomatis membuat pola makan menjadi lebih sehat. Yang lebih penting adalah memperhatikan jumlah gula yang kamu konsumsi secara keseluruhan.

Sebagai gambaran, pola makan 2.000 kalori per hari sebaiknya mengandung kurang dari 50 gram gula tambahan.

Mana yang Sebaiknya Kamu Pilih?

Kalau pertanyaannya adalah gula merah atau gula putih yang lebih sehat, tidak ada pemenang yang signifikan secara nutrisi.

Pilihannya bisa disesuaikan dengan kebutuhan memasak. Gula putih memiliki rasa yang lebih netral dan sering digunakan dalam minuman atau berbagai jenis makanan. Sementara itu, gula merah memiliki rasa karamel dan tekstur lebih lembap sehingga cocok untuk makanan yang membutuhkan rasa serta aroma yang lebih khas.

Kalau tujuanmu adalah mengurangi asupan gula, kamu bisa mencoba mengurangi jumlah gula yang digunakan, bukan sekadar mengganti jenisnya.

Misalnya, jika sebuah resep membutuhkan gula dalam jumlah tertentu, kamu dapat mencoba mengurangi porsinya secara bertahap. Kamu juga bisa menggunakan bahan lain sebagai pemanis, seperti buah atau rempah tertentu, tergantung jenis makanan yang dibuat.

>> Baca juga: Cara Mengurangi Gula Tanpa Tersiksa, Ini 8 Tips yang Mudah Dilakukan

Adakah Alternatif Gula yang Bisa Digunakan?

Selain gula merah dan gula putih, terdapat beberapa bahan yang dapat digunakan sebagai pemanis, seperti madu, sirup maple, gula kelapa, stevia, ekstrak monk fruit, dan eritritol.

Namun, bukan berarti semua alternatif tersebut otomatis lebih sehat. Beberapa tetap mengandung gula dan kalori, sedangkan pemanis rendah atau tanpa kalori bisa memiliki karakteristik berbeda saat digunakan untuk memasak.

Oleh karena itu, tetap perhatikan label nutrisi dan jumlah yang digunakan.

Kesimpulannya, gula merah tidak jauh lebih sehat daripada gula putih. Keduanya memiliki kandungan nutrisi yang hampir sama dan sama-sama termasuk gula tambahan. Jika ingin menjaga kesehatan, fokuslah pada jumlah gula yang kamu konsumsi, bukan hanya memilih antara gula merah atau gula putih.

Which Is Better, Brown Sugar or White Sugar?
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!