5 Langkah Membangun Empati dan Mengakhiri Argumen Lebih Cepat
JAKARTA – MEDIA POSITIF.
-
Kemarahan sering berakar dari emosi yang lebih dalam seperti sedih, kecewa, atau stres.
-
Empati dapat mempererat hubungan dan mengurangi konflik dengan membantu memahami perspektif orang lain.
-
Latihan sederhana bisa melatih empati seperti mengambil sudut pandang orang lain dan refleksi diri.
Seringkali, kemarahan hanyalah permukaan dari perasaan yang lebih dalam seperti sedih, kecewa, atau merasa kewalahan oleh stres yang tidak sempat Anda sadari
Dengan mengembangkan empati, Anda dapat melihat lebih dalam melampaui permukaan untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di balik emosi tersebut.
Saat kita bisa memahami perasaan orang lain, percakapan yang sulit pun bisa membuat kita justru merasa lebih dekat, bukan semakin jauh.
Empati dapat mengubah cara Anda bersikap dalam setiap hubungan. Dengan melatih empati, Anda dapat lebih mudah meredakan konflik, mengakhiri argumen lebih cepat, atau bahkan menghindarinya sama sekali.
5 cara mudah membangun empati sebelum atau setelah perselisihan
Berikut ini cara mudah untuk membangun empati sebelum atau setelah perselisihan:
1. Berpura – pura sedang berbicara dengan anak: bayangkan Anda sedang menjelaskan perselisihan dengan seorang anak, jelaskan apa yang terjadi dan cobalah untuk tidak menggunakan kata bermuatan emosi.
Cerita latar belakang yang bertele – tele dan bahasa yang menggambarkan orang lain penjahat.Fokuslah pada penjelasan terkait hal yang sebenarnya terjadi termasuk bagaimana perasaan dan hal yang dipikirkan.
2. Tukar posisi dengan pasangan diatas kertas: pilih interaksi baru yang tidak berjalan dengan baik dan tulis paragraf tentang pasangan dan sudut pandang Anda.
Kemudian, tulis ulang situasi yang sama dari perspektif orang lain menggunakan pernyataan “saya” seolah Anda benar hadir untuk pasangan yang tidak mengerti atasan kasar.
Anda bisa saja menuliskan terkait pengalaman. Misalnya: “ Pasangan saya teralihkan perhatian dan tidak peduli dengan hal yang saya katakan ketika berbicara dengannya tentang hari saya”
Kemudian, pertimbangkan apa yang mungkin pasangan alami. Paragraf Anda berikutnya mungkin terlihat seperti ini: “‘Yah, saya mengalami hari yang penuh tekanan dan saya kelelahan secara mental.
Saya tidak memiliki energi untuk terlibat sepenuhnya, tetapi saya sangat peduli.’”
Temukan lebih dari hal yang Anda anggap benar. Beberapa penjelasan hadir secara bersamaan. Anda bisa merasa terabaikan dan stress bersamaan.
Ketika Anda memiliki empati, maka Anda dapat menemukan solusi bersama.
3. Bicara ke diri seperti teman: Anda harus menunjukkan ke diri sendiri terlebih dahulu . Penting untuk menunjukkan empati ke diri sendiri karena jika tidak, maka Anda bisa saja kesulitan untuk menunjukkan empati ke orang lain.
Luangkan waktu sekitar 60 detik untuk mengatakan ke diri sendiri terkait hal yang ingin dikatakan ke sahabat dalam situasi sama.
Bukan “tenanglah” atau bereaksi berlebihan. Sebaiknya pilih validasi nyata yang mana sulit untuk didengar dan buat diri Anda kesal
Intinya bukan menyakinkan diri sendiri bahwa Anda benar, tapi menandakan Anda cukup tenang agar Anda hadir bersama orang lain.
4. Lakukan perubahan perspektif selama 90 detik: atur timer selama 90 detik dan jawab pertanyaan seolah Anda itu orang lain seperti:
- Apa yang Anda rasakan sekarang ini?.
- Apa yang Anda khawatirkan atau lindungi?.
- Apa yang saya harapkan dipahami orang lain terkait diri sendiri?
Usai timer berakhir, maka kembali ke perspektif diri sendiri dan tanyakan pada diri sendiri: “apa yang saya lewatkan”.
Dimana ini menjadi langkah baik untuk mengendalikan emosi yang mana jadi langkah utama untuk membangun empati yang mana terkadang diliputi emosi dan membantah atau menunjukan bahwa Anda benar.
5. Identifikasi 1 hal yang Anda miliki bersama: fokuslah pada spek dalam hubungan yang membawa Anda terhubung lebih dekat. Ingatkan diri terkait sesuatu yang ingin Anda bagi dengan seseorang.
Kesimpulan
Empati membantu kita berhenti sejenak dari reaksi otomatis, dan mulai benar-benar mendengarkan dengan hati yang lebih terbuka.
Ketika Anda mampu identifikasi emosi dalam diri pasangan, sahabat, dan orang lain serta ciptakan koneksi dan perasaan dipahami.***
The Secret to Ending Arguments Faster

Komentar