Media Positif
Media Positif
Media Positif

Cari Artikel Positif

Ketik untuk mulai mencari...
Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel

5 Langkah Membantu Anak Mengelola Stress Agar Jadi Pribadi Tangguh

Ketika anak mengalami stress tentunya orangtua harus berikan dukungan, 5 langkah ini bantu mengelola stress anak
5 Langkah Membantu Anak Mengelola Stress Agar Jadi Pribadi Tangguh
5 langkah mengelola stress anak (Sumber: Freepik/@Freepik)

JAKARTA – MEDIA POSITIF, 

  • Anak dan remaja menghadapi tekanan dari sekolah yang dapat memicu stres.

  • Orang tua berperan penting melalui komunikasi empatik dan keseimbangan aktivitas anak.

  • Rutinitas sehat, dan ruang kemandirian membantu anak lebih tangguh dan percaya diri.

Dengan meningkatnya berbagai tekanan yang dihadapi anak dan remaja saat ini, seperti ujian sekolah, media sosial, dan tanggung jawab baru, mereka dapat merasa terbebani dalam menjalani aktivitas harian.

Namun terdapat beberapa kiat sederhana yang bisa membuat orangtua membantu anak untuk bisa mengembangkan cara yang lebih sehat dalam mengatasi perasaan stress atau tekanan karena masalah hidup.

Cara mengembangkan sikap anak dalam menghadapi stress

Berikut ini beberapa cara dalam mengembangkan pola yang sehat dan berkelanjutan untuk mengatasi perasaan tertekan atau stress pada anak:

1. Berikan sedikit ruang tapi tegaskan Anda ada untuk mereka: Mengawasi anak saat mengerjakan tugas, memastikan anak memperhatikan materi pelajaran, atau turun tangan mengatur beban kerja agar tidak terlalu kompleks.

Langkah ini membuat pendekatan ini terkadang justru dapat membuat anak merasa tertekan dan kurang percaya diri terhadap skill yang mereka miliki.

Tips: Beri tahu anak bahwa Anda selalu siap membantu dan mereka dapat berbicara kepada Anda jika membutuhkan sesuatu.

Mulailah percakapan dengan lembut untuk membantu mereka memikirkan hal yang perlu diselesaikan, lalu dorong mereka untuk mengembangkan rencana tindakan mereka sendiri.

2. Pujilah usaha dan peningkatan bukan nilai atau hasil: Terlalu fokus pada hasil akhir dapat membuat anak merasa frustrasi atau kewalahan, terutama ketika mereka menghadapi materi atau tugas yang sulit dikuasai.

Penekanan yang berlebihan pada nilai atau hasil akhir juga dapat membuat anak merasa cemas apabila pekerjaannya tidak berjalan sempurna sesuai harapan.

Tips: Pastikan anak memahami bahwa membuat kesalahan menjadi bagian dari proses belajar dan mereka tidak harus mengetahui segala hal sejak awal. 

Dorong anak untuk memberikan usaha terbaiknya, mengajukan pertanyaan ketika mengalami kesulitan, serta mencari berbagai cara yang dapat membantu mereka menyelesaikan tantangan yang dihadapi.

3. Kurangi jadwal dan perbanyak bermain: Terkadang orang tua berharap anak dapat menjalani 6–7 jam di sekolah, mengikuti berbagai kegiatan ekstrakurikuler, menyelesaikan PR dari berbagai mata pelajaran, serta memiliki waktu tidur cukup.

Tips: Penting untuk memastikan anak tidak terlalu dibebani dengan bimbingan tambahan, terlalu banyak kegiatan ekstrakurikuler, atau tanggung jawab lain. 

Berikan ruang bagi mereka untuk tetap memiliki waktu bermain, bersantai, dan melepas penat.

Anda dapat memanfaatkan waktu makan bersama keluarga untuk membicarakan pembagian waktu antara sekolah, PR, dan waktu luang. 

Dorong anak untuk terbuka jika merasa kewalahan, serta beri kesempatan bagi mereka untuk mulai mengatur jadwalnya sendiri.

4. Kembangkan rutinitas: Rutinitas dapat membantu menjaga ketenangan selama anak mengalami masa stres.

Pola tidur yang sehat dan teratur dapat meminimalkan stres, meningkatkan kinerja di sekolah, serta memperbaiki suasana hati.

Tips: Menciptakan rutinitas tidur yang santai dan bebas dari penggunaan teknologi dengan menjauhkan layar saat anak berada di kamar tidur.

Bantu anak untuk lebih rileks dan siap tidur, misalnya dengan mandi air hangat sekitar 30–90 menit.

Sertakan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur, seperti membaca atau latihan pernapasan.

Pastikan juga anak memiliki waktu tidur yang konsisten setiap hari untuk mencegah gangguan pada

5. Mengelola stress sendiri:  Anak dapat sangat peka terhadap kondisi emosional di sekitarnya.

Ketika orang tua mengalami stres, anak juga bisa ikut merasakan kecemasan atau tekanan tersebut. 

Tips: Berikan dampak positif dengan meluangkan waktu secara rutin setiap minggu untuk perawatan diri, menjaga jadwal tetap teratur, serta menunjukkan ke anak cara sederhana untuk mengelola stres, seperti berlatih meditasi atau teknik relaksasi lain.

Kesimpulan

Anak dan remaja rentan terhadap stres sehingga orang tua perlu mendukung melalui komunikasi, keseimbangan aktivitas, rutinitas sehat, serta keteladanan dalam mengelola emosi agar tumbuh lebih percaya diri dan tangguh.***

Five Ways to Help Kids with Stress

Komentar