Apa Itu Obligasi dan Berapa Bunga yang Bisa Didapat Setiap Bulan?
JAKARTA - MEDIA POSITIF,
Belakangan ini, investasi semakin sering dibahas di media sosial. Banyak anak muda mulai tertarik mempelajari cara mengatur keuangan agar nilainya tidak terus berkurang karena inflasi.
Di antara berbagai pilihan investasi, obligasi menjadi salah satu yang mulai banyak dilirik.
Alasannya cukup sederhana, yaitu karena dianggap lebih stabil dibanding saham dan memiliki risiko yang cenderung lebih rendah.
Meski begitu, masih banyak orang yang belum benar-benar memahami apa itu obligasi.
Tidak sedikit juga yang penasaran, apakah obligasi bisa memberikan keuntungan setiap bulan dan sebenarnya berapa besar bunga yang didapat.
Padahal obligasi termasuk investasi yang cukup mudah dipahami jika mengetahui cara kerjanya.
Apa Itu Obligasi?
Obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk mendapatkan dana dari investor.
Saat seseorang membeli obligasi, artinya ia sedang meminjamkan uang kepada pihak penerbit obligasi dalam jangka waktu tertentu.
Sebagai gantinya, investor akan mendapatkan imbal hasil berupa bunga atau kupon secara rutin.
Nantinya ketika masa obligasi selesai atau jatuh tempo, dana pokok yang diinvestasikan akan dikembalikan.
Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), obligasi termasuk produk pasar modal yang cukup populer karena memberikan pendapatan tetap dalam periode tertentu.
Di Indonesia, obligasi dibagi menjadi beberapa jenis, seperti obligasi pemerintah dan obligasi korporasi atau perusahaan.
Obligasi pemerintah biasanya diterbitkan negara untuk membantu pembiayaan pembangunan dan kebutuhan anggaran negara. Jenis ini cukup diminati karena dianggap lebih aman.
Sementara obligasi perusahaan diterbitkan oleh perusahaan swasta yang membutuhkan tambahan modal usaha.
Mengapa Obligasi Banyak Diminati?
Salah satu alasan utama orang memilih obligasi adalah karena pendapatannya lebih stabil.
Berbeda dengan saham yang harganya bisa naik turun setiap hari, obligasi memberikan kupon tetap sesuai kesepakatan di awal.
Karena lebih stabil, obligasi sering dipilih oleh orang yang memiliki profil risiko konservatif atau tidak nyaman dengan perubahan harga investasi yang terlalu tajam.
Obligasi juga sering digunakan untuk tujuan keuangan jangka panjang, seperti dana pendidikan, dana pensiun, atau persiapan masa depan keluarga.
Menurut Kementerian Keuangan Republik Indonesia, obligasi pemerintah ritel juga menjadi salah satu cara masyarakat ikut berpartisipasi dalam pembiayaan negara, sekaligus mendapatkan keuntungan investasi.
Bagaimana Cara Kerja Bunga Obligasi?
Keuntungan dari obligasi biasanya disebut kupon. Kupon adalah bunga yang dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada investor secara berkala selama masa investasi berlangsung.
Besaran kupon berbeda-beda tergantung jenis obligasi dan kondisi pasar. Untuk obligasi pemerintah di Indonesia, bunga atau kupon umumnya berada di kisaran 5 persen hingga 7 persen per tahun.
Sebagai contoh, jika seseorang membeli obligasi senilai Rp10 juta dengan kupon 6 persen per tahun, maka keuntungan yang diperoleh sekitar Rp600 ribu dalam setahun sebelum dipotong pajak.
Jika pembayaran dilakukan setiap bulan, investor bisa menerima sekitar Rp50 ribu per bulan.
Namun jumlah tersebut bisa berbeda tergantung jenis obligasi, tenor, dan besaran pajak yang berlaku.
Semakin besar dana yang diinvestasikan, maka semakin besar juga kupon yang akan diterima.
Menurut Indonesia Stock Exchange (IDX), obligasi menjadi salah satu pilihan investasi pendapatan tetap yang cukup diminati karena memberikan arus kas rutin kepada investor.
Apa Bedanya Obligasi dan Deposito?
Banyak orang membandingkan obligasi dengan deposito karena keduanya sama-sama memberikan bunga tetap.
Namun sebenarnya ada beberapa perbedaan penting, deposito biasanya memiliki tenor lebih pendek dan dananya disimpan di bank.
Sementara obligasi diterbitkan pemerintah atau perusahaan dengan jangka waktu yang bisa lebih panjang.
Bunga obligasi juga sering kali lebih tinggi dibanding deposito.
Beberapa obligasi dapat diperjualbelikan kembali sebelum jatuh tempo, sehingga investor memiliki peluang mendapatkan keuntungan tambahan jika harga obligasi naik.
Meski begitu, obligasi juga memiliki risiko fluktuasi harga yang tidak dimiliki deposito.
Risiko Obligasi Tetap Ada
Walaupun dikenal lebih stabil, obligasi tetap bukan investasi tanpa risiko.
Salah satu risiko terbesar adalah perubahan suku bunga.
Ketika suku bunga naik, harga obligasi biasanya turun. Hal ini bisa membuat investor mengalami kerugian jika menjual obligasi sebelum jatuh tempo.
Pada obligasi perusahaan, ada juga risiko gagal bayar jika kondisi keuangan perusahaan memburuk.
Karena itu penting memilih obligasi dari penerbit yang terpercaya dan memiliki reputasi baik.
Inflasi juga dapat memengaruhi keuntungan obligasi. Jika inflasi terlalu tinggi, nilai keuntungan yang diterima bisa terasa lebih kecil.
Obligasi biasanya cocok untuk orang yang mencari investasi lebih stabil. Investor dengan profil risiko konservatif sering memilih obligasi karena nilainya tidak terlalu fluktuatif.
Obligasi juga cocok bagi pemula yang baru mulai belajar investasi, namun bukan berarti obligasi hanya untuk orang tua atau investor berpengalaman.
Saat ini banyak anak muda mulai membeli obligasi sebagai langkah awal membangun keuangan masa depan.
Apalagi sekarang pembelian obligasi semakin mudah karena bisa dilakukan secara online melalui aplikasi investasi maupun bank digital.
Obligasi memang bisa memberikan penghasilan rutin dari bunga atau kupon. Hasilnya tetap bergantung pada jumlah dana yang diinvestasikan dan jenis obligasi yang dipilih.
Penting memahami tujuan keuangan sebelum mulai berinvestasi. Jangan hanya mengikut tren atau membeli produk investasi karena sedang ramai.
Obligasi bisa menjadi pilihan bagi orang yang ingin belajar investasi dengan cara yang lebih stabil dan tidak terlalu berisiko.
Meski keuntungannya mungkin tidak sebesar saham dalam waktu singkat, obligasi tetap menjadi pilihan menarik untuk menjaga kestabilan keuangan di masa depan.

Komentar