Solusi Ruang Hijau: Cara Baru Menumbuhkan Hutan yang Lestari
JAKARTA - MEDIA POSITIF
-
Program penanaman 1 triliun pohon berisiko gagal jika masih mengandalkan monokultur yang rapuh
-
Penelitian menunjukkan hutan dengan campuran spesies tumbuh lebih besar, lebih kuat, dan lebih tahan terhadap perubahan lingkungan.
-
Pendekatan “Hutan Fungsional” menawarkan solusi dengan menggabungkan manfaat ekologis dan ekonomi dalam satu sistem yang lebih seimbang.
Di seluruh dunia rencana untuk menanam lebih dari 1 triliun pohon sedang digerakkan sebagai langkah besar untuk memperlambat perubahan iklim yang kian ekstrem.
Sekaligus mencegah hilangnya keanekaragaman hayati. Sekilas, ini terdengar seperti harapan besar bagi masa depan bumi.
Namun kenyataannya tidak sesederhana itu. Menanam pohon bukan selalu berarti berhasil menumbuhkan hutan.
Tidak semua pohon yang ditanam mampu bertahan, dan tidak semuanya akan berkembang menjadi hutan yang sehat.
Dalam banyak kasus, kondisi lingkungan yang tercemar justru membuat upaya ini tidak berjalan seperti yang diharapkan.
Hutan monokultur rapuh dan hanya bertahan dalam waktu singkat
Melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa, periode 2021–2030 telah ditetapkan sebagai Dekade Restorasi Ekosistem.
Penanaman pohon menjadi salah satu strategi utama yang didorong oleh berbagai inisiatif global. Sekilas, ini terasa seperti langkah besar yang penuh harapan.
Namun di balik ambisi tersebut, ada satu masalah penting yang kerap luput dari perhatian: terlalu banyak program masih mengandalkan penanaman monokultur yakni menanam satu jenis pohon dalam area yang luas.
Pendekatan ini memang terlihat praktis dan sudah lama digunakan dalam industri kayu. Tetapi jika dilihat lebih dalam, risikonya tidak kecil.
Hutan monokultur cenderung rapuh. Ketika kekeringan, hama, atau kebakaran terjadi, seluruh area bisa terdampak sekaligus tanpa banyak perlindungan alami.
Contohnya pernah terjadi di Turki, ketika sebagian besar bibit yang ditanam tidak mampu bertahan hanya dalam waktu singkat.
Di titik ini, cara kita menanamnya sama pentingnya dengan jumlah yang ditanam.
Pohon yang tumbuh di lingkungan beragam bisa bertahan lebih baik
Sejak 2013, para peneliti di Smithsonian Environmental Research Center menjalankan eksperimen besar bernama BiodiversiTREE.
Mereka menanam ribuan pohon dari berbagai spesies dalam kombinasi yang berbeda, lalu membandingkannya dengan area monokultur.
Pohon yang tumbuh di lingkungan beragam tidak hanya bertahan lebih baik, tapi juga tumbuh jauh lebih besar, bahkan hingga 80% lebih besar dibandingkan pohon yang ditanam sendiri.
Berbagai penelitian global menunjukkan pola yang sama: hutan dengan campuran spesies cenderung lebih kuat, lebih produktif, dan lebih mampu bertahan menghadapi tekanan lingkungan yang terus berubah.
Proyek hutan fungsional untuk menggabungkan ekologis dan ekonomi
Demi menjawab kegelisahan ini, para peneliti mengembangkan proyek “Hutan Fungsional” dengan tujuan menggabungkan aspek ekologis dan ekonomi dalam satu sistem yang saling mendukung.
Berbagai spesies dipilih dengan sengaja, masing-masing membawa manfaat yang berbeda mulai dari produksi kayu, dukungan bagi satwa liar, hingga ketahanan terhadap perubahan iklim.
Pada akhirnya, setiap pemilik lahan memang memiliki tujuan yang berbeda-beda. Hutan pada masa depan diharapkan tidak hanya berfungsi dalam satu arah saja, tapi mampu memenuhi berbagai kebutuhan secara seimbang.

Kesimpulan
Jika dunia ingin menanam 1 triliun pohon sebagai upaya besar melawan perubahan iklim dan hilangnya keanekaragaman hayati, maka tantangannya bukan hanya soal jumlah, tapi cara kita membangun hutan itu sendiri.
Banyak program masih bergantung pada monokultur yang tampak praktis, namun rapuh dan mudah gagal saat menghadapi tekanan lingkungan.
Sebaliknya, penelitian menunjukkan bahwa hutan yang beragam justru lebih kuat, lebih produktif, dan lebih tahan terhadap perubahan.
Masa depan restorasi bukan sekadar menanam pohon, tapi memastikan pohon-pohon itu berkembang menjadi hutan yang benar-benar hidup, seimbang, dan berkelanjutan.***
An aerial photo of the forests with the bay in the background. A long-running experiment is testing tree mixes to develop the healthiest forests. Mickey Pullen/Smithsonian Environmental Research Center Don't just plant trees, plant forests to restore biod

Komentar