Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Psikologi

7 Cara Menetapkan Batasan dalam Hubungan agar Tetap Sehat dan Saling Menghargai

AN
JA
×
AN
AN
Penulis Media Positif
JA
Jason Whiting
Full Credit
AN , Jason Whiting |
7 Cara Menetapkan Batasan dalam Hubungan agar Tetap Sehat dan Saling Menghargai
Cara menerapkan boundaries

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Pernahkah kamu merasa sulit menolak permintaan pasangan, keluarga, atau teman karena takut membuat mereka kecewa? Atau mungkin kamu sering mengorbankan waktu, tenaga, bahkan kebutuhan sendiri demi menjaga hubungan tetap harmonis?

Kalau iya, kamu tidak sendirian. Banyak orang merasa tidak enak hati saat harus berkata "tidak", terutama kepada orang yang mereka sayangi. Padahal, hubungan yang sehat bukan berarti selalu mengiyakan semua permintaan orang lain. Justru, setiap orang membutuhkan boundaries atau batasan yang jelas agar hubungan tetap saling menghormati.

Cara Menerapkan Boundaries dalam Hubungan

Boundaries adalah batasan yang membantu kamu menentukan apa yang bisa diterima dan apa yang tidak dalam sebuah hubungan.

Saat batasan tersebut dihormati, kamu akan merasa lebih nyaman, aman, dan bebas menjadi diri sendiri. Sebaliknya, jika batasan terus diabaikan, kamu mungkin mulai merasa dimanfaatkan, kelelahan secara emosional, atau kehilangan waktu untuk diri sendiri.

Sayangnya, membuat boundaries memang tidak selalu mudah. Apalagi jika orang lain membuatmu merasa bersalah, terus mendesak, atau menganggapmu jahat hanya karena mengatakan "tidak".

Namun, kemampuan ini bisa dipelajari. Berikut beberapa cara menetapkan batasan dalam hubungan yang bisa kamu coba.

1. Ingat, Kebutuhanmu Juga Penting

Banyak orang terbiasa mendahulukan kebutuhan orang lain hingga lupa memperhatikan dirinya sendiri. Padahal, kebutuhanmu sama pentingnya dengan kebutuhan orang lain.

Kalau setiap kali membantu seseorang kamu justru merasa lelah, kesal, atau tidak dihargai, itu bisa menjadi tanda bahwa batasanmu mulai dilanggar.

Coba tanyakan pada diri sendiri, "Kalau sahabatku diperlakukan seperti ini, apakah aku akan menganggapnya wajar?"

Sering kali, pertanyaan sederhana tersebut membantu kita melihat situasi dengan lebih objektif. Ingat, menjaga diri sendiri bukan berarti kamu tidak peduli pada orang lain.

2. Belajar Menghargai Diri Sendiri

Orang yang sulit mengatakan "tidak" biasanya sangat ingin menyenangkan orang lain. Akibatnya, mereka lebih mudah merasa bersalah saat menolak permintaan, meskipun sebenarnya sudah merasa keberatan.

Karena itu, penting untuk mulai menghargai diri sendiri. Sadari bahwa pendapat, waktu, dan energimu juga berharga.

Kamu bisa mulai dengan bergabung dalam lingkungan yang suportif, berbicara dengan orang yang dipercaya, menulis jurnal, atau berkonsultasi dengan psikolog jika diperlukan.

Semakin kamu percaya pada diri sendiri, semakin mudah pula menetapkan batasan yang sehat.

3. Jangan Terburu-buru Mengiyakan

Saat seseorang meminta bantuan, kamu tidak harus langsung menjawab "ya".

Berikan waktu sejenak untuk mempertimbangkan apakah kamu benar-benar sanggup membantu atau justru akan mengorbankan prioritasmu sendiri.

Misalnya, kamu bisa mengatakan:

  • "Boleh aku pikirkan dulu?"

  • "Aku cek jadwalku dulu, nanti aku kabari lagi."

  • "Aku lihat pekerjaanku dulu sebelum kasih jawaban."

Dengan memberi jeda, keputusan yang kamu ambil akan lebih sesuai dengan kemampuanmu, bukan karena rasa tidak enak.

4. Tentukan Batasan yang Jelas

Menolak permintaan akan terasa lebih mudah jika kamu sudah memiliki batasan yang jelas.

Misalnya, kamu memutuskan bahwa akhir pekan adalah waktu untuk keluarga, atau kamu tidak menerima pekerjaan tambahan setelah jam kerja kecuali dalam keadaan mendesak.

Saat ada permintaan yang bertentangan dengan batasan tersebut, kamu bisa menyampaikannya dengan sopan, misalnya:

  • "Maaf, akhir pekan memang aku gunakan untuk bersama keluarga."

  • "Saat ini aku masih fokus menyelesaikan pekerjaan yang sedang berjalan, jadi belum bisa mengambil tugas baru."

Dengan begitu, orang lain juga lebih mudah memahami alasan di balik keputusanmu.

5. Tidak Semua Permintaan Harus Dipenuhi

Saat seseorang meminta bantuan, wajar jika kamu ingin menolong. Namun, coba perhatikan bagaimana cara mereka meminta.

Apakah mereka menghargai keputusanmu? Atau justru terus memaksa hingga membuatmu merasa bersalah?

Dalam hubungan yang sehat, orang lain biasanya bisa menerima penolakan dengan baik. Sebaliknya, jika seseorang terus mendesak atau memanipulasi agar kamu berubah pikiran, masalahnya belum tentu ada pada dirimu. Bisa jadi mereka memang belum terbiasa menghargai batasan orang lain.

Menyadari hal ini dapat membantumu lebih yakin dengan keputusan yang sudah dibuat.

6. Bersiap jika Orang Lain Tidak Menyukainya

Saat mulai menetapkan boundaries, mungkin ada orang yang merasa kecewa atau menganggapmu berubah.

Hal ini cukup wajar, terutama jika sebelumnya kamu selalu mengiyakan permintaan mereka.

Meski begitu, kamu tidak perlu langsung merasa bersalah. Selama batasan tersebut disampaikan dengan sopan dan tetap menghormati orang lain, kamu berhak menentukan apa yang bisa dan tidak bisa kamu lakukan.

Orang yang benar-benar menghargaimu akan belajar memahami keputusan tersebut, meskipun awalnya mereka tidak langsung setuju.

Baca juga: 4 Cara Menerapkan Batasan Emosional Dengan Orang Lain

7. Tetap Pada Keputusanmu

Ada kalanya seseorang mencoba membujukmu berkali-kali setelah mendengar penolakan.

Jika hal ini terjadi, usahakan untuk tetap tenang dan tidak mengubah keputusan hanya karena merasa tidak enak.

Kamu juga tidak harus memberikan penjelasan yang panjang. Cukup sampaikan keputusanmu dengan sopan, misalnya:

  • "Maaf, kali ini aku memang belum bisa membantu."

  • "Aku mengerti situasinya, tapi keputusan aku tetap sama."

  • "Kita bisa membahasnya lagi nanti kalau suasananya sudah lebih tenang."

Semakin sering kamu berlatih mempertahankan boundaries, semakin mudah pula orang lain memahami dan menghormatinya.

Sebagian orang mengira bahwa membuat boundaries berarti membatasi hubungan atau menjauh dari orang-orang terdekat. Padahal, kenyataannya tidak seperti itu.

Batasan justru membantu hubungan menjadi lebih sehat karena setiap orang memahami batasannya masing-masing.

Saat kamu berani menyampaikan kebutuhan dan orang lain menghargainya, hubungan akan terasa lebih nyaman. Tidak ada pihak yang terus-menerus mengalah, merasa dimanfaatkan, atau menyimpan rasa kesal yang akhirnya memicu konflik.

Ingat, mengatakan "tidak" pada hal yang merugikan diri sendiri juga berarti mengatakan "ya" pada kebahagiaanmu sendiri.

Seven Tips for Setting Boundaries in Unhealthy Relationships
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!