JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Masa kini adalah waktu yang sedang kita jalani. Namun, sering kali pikiran kita justru sibuk memikirkan hal-hal yang sudah berlalu atau mengkhawatirkan apa yang akan terjadi nanti. Padahal, belajar menikmati momen saat ini bisa membantu kita menjalani keseharian dengan lebih tenang dan meningkatkan kesejahteraan emosional.
Dalam buku In Search of Now: The Science of the Present Moment, penulis sains Jo Marchant membahas bagaimana kita memahami momen sekarang dan mengapa pengalaman tentang waktu tidak selalu sesederhana yang kita bayangkan.
Salah satu cara untuk lebih menikmati aktivitas yang sedang dijalani adalah dengan mengalami kondisi flow, yaitu keadaan ketika seseorang begitu larut dalam suatu kegiatan hingga hampir tidak menyadari berlalunya waktu.
Kondisi ini biasanya muncul saat kita mengerjakan sesuatu yang menarik dan cukup menantang, tetapi masih sesuai dengan kemampuan kita. Ketika perhatian sepenuhnya tertuju pada aktivitas tersebut, kita bisa merasa lebih terlibat, menikmati prosesnya, dan mendapatkan kepuasan dari apa yang sedang dikerjakan.
Langkah Sederhana untuk Lebih Menikmati Momen Saat Ini
Ada beberapa cara yang bisa kamu coba untuk melatih perhatian dan menikmati aktivitas sehari-hari dengan lebih utuh.
-
Pelajari Hal Baru dan Terus Kembangkan Kemampuan
Cobalah mempelajari sesuatu yang menarik bagimu, lalu berikan waktu untuk mengembangkan kemampuan tersebut secara bertahap.
Ketika kamu mulai menguasai suatu keterampilan, kamu bisa lebih leluasa menikmati prosesnya tanpa harus terus-menerus memikirkan setiap langkah yang perlu dilakukan.
Misalnya, saat menulis, kamu mungkin perlu mencurahkan banyak perhatian untuk menyusun draf pertama. Namun, ketika sudah terbiasa, ide bisa mengalir lebih lancar dan kamu dapat lebih menikmati proses menuangkannya ke dalam tulisan.
-
Atur Kembali Jadwal Harian
Cobalah menyediakan waktu khusus untuk mengerjakan sesuatu tanpa gangguan. Kamu bisa mulai dengan mengurangi aktivitas yang sering menyita waktu tanpa disadari, seperti terlalu lama menonton video pendek atau terus-menerus memeriksa berita di media sosial.
Bukan berarti kamu harus berhenti menikmati hiburan. Kamu hanya perlu memberi ruang bagi aktivitas lain yang juga memberikan kepuasan, seperti menyelesaikan pekerjaan, membaca buku, berolahraga, atau menekuni hobi.
Dengan begitu, waktumu tidak hanya habis untuk berpindah dari satu konten ke konten lainnya, tetapi juga digunakan untuk melakukan hal-hal yang benar-benar kamu nikmati.
-
Pahami Bagaimana Otak Memproses Waktu
Pernahkah kamu merasa waktu berjalan begitu cepat ketika sedang menikmati sesuatu, tetapi terasa sangat lama saat menunggu?
Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa persepsi kita terhadap waktu dapat berubah sesuai dengan perhatian, emosi, dan aktivitas yang sedang dilakukan.
Otak memproses informasi dari berbagai indra untuk membentuk pengalaman tentang apa yang sedang terjadi. Karena proses ini berlangsung secara bertahap, pengalaman kita tentang momen sekarang tidak sesederhana titik waktu yang benar-benar tetap.
Memahami hal ini bisa membantu kita melihat waktu dengan lebih santai. Kamu tidak perlu terus-menerus memikirkan apakah setiap detik sudah digunakan secara maksimal. Sesekali, memberi diri sendiri kesempatan untuk berhenti dan menikmati apa yang sedang dilakukan juga merupakan bagian dari menjalani hidup.
-
Kurangi Kekhawatiran tentang Penilaian Orang Lain
Keinginan untuk mendapatkan persetujuan orang lain terkadang membuat kita sulit menikmati apa yang sedang dilakukan. Pikiran bisa terus dipenuhi pertanyaan tentang bagaimana kita terlihat, apakah orang lain menyukai keputusan kita, atau apa yang akan mereka katakan.
Cobalah mengalihkan perhatian pada hal yang sedang kamu kerjakan dan alasan kamu melakukannya. Kamu tidak harus selalu mendapatkan persetujuan semua orang untuk menikmati kegiatan atau menjalani pilihan yang sesuai dengan nilai-nilaimu.
Dengan mengurangi perhatian pada penilaian orang lain, kamu bisa memberi lebih banyak ruang bagi diri sendiri untuk terlibat dalam pengalaman yang sedang dijalani.
-
Hargai Perbedaan Cara Pandang tentang Waktu
Setiap orang memiliki cara berbeda dalam memandang waktu. Ada yang lebih suka menikmati apa yang sedang terjadi, sementara yang lain merasa nyaman ketika memiliki rencana yang jelas untuk masa depan.
Perbedaan ini tidak selalu menjadi masalah selama setiap orang bersedia memahami sudut pandang satu sama lain.
Dalam hubungan dengan pasangan, keluarga, atau teman, misalnya, kamu mungkin lebih suka menjalani sesuatu secara spontan, sedangkan orang lain ingin merencanakannya jauh-jauh hari. Daripada menganggap salah satu cara lebih baik, cobalah mencari titik temu yang membuat semua pihak merasa nyaman.
Menghargai perbedaan tersebut dapat membantu kita membangun hubungan yang lebih baik tanpa harus memaksakan cara pandang sendiri kepada orang lain.
Belajar menikmati momen saat ini bukan berarti kita harus melupakan masa lalu atau berhenti merencanakan masa depan. Keduanya tetap memiliki tempat dalam kehidupan kita.
Hal yang bisa mulai kamu lakukan adalah memberikan perhatian pada apa yang sedang terjadi, tanpa terus-menerus terbebani oleh penyesalan atau kekhawatiran tentang hal-hal yang belum terjadi. Saat makan, berbincang dengan orang terdekat, atau mengerjakan sesuatu yang kamu sukai, cobalah benar-benar hadir dalam pengalaman tersebut.
Sebab, menjalani hidup dengan lebih sadar bukan tentang memanfaatkan setiap detik secara sempurna, melainkan memberi kesempatan kepada diri sendiri untuk menikmati hal-hal yang sedang berlangsung.
psychologytoday.com

Komentar