JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Hubungan yang sehat bukan hanya tentang rasa suka, perhatian, dan komunikasi yang baik. Ada hal lain yang tidak kalah penting, yaitu kemampuan untuk menyampaikan kebutuhan serta menetapkan batasan sejak awal.
Berbagai Batasan dalam Hubungan
Orang dengan kecerdasan emosional yang baik biasanya memahami hal ini. Mereka tahu bahwa menjaga hubungan bukan berarti selalu mengikuti keinginan pasangan. Justru, hubungan yang sehat membutuhkan dua orang yang mampu menyampaikan apa yang mereka butuhkan dan menghargai batasan satu sama lain.
Batasan juga tidak harus menunggu sampai hubungan menjadi serius. Saat baru mulai berkencan dengan seseorang, kamu sudah bisa memperhatikan beberapa hal penting untuk mengetahui apakah kalian memiliki nilai dan harapan yang sejalan.
Berikut tiga batasan hubungan yang bisa kamu pertimbangkan sejak awal.
1. Pastikan Pasanganmu Sudah Selesai dengan Hubungan Masa Lalu
Masa lalu memang tidak bisa dihapus begitu saja. Setiap orang tentu membutuhkan waktu untuk memproses perpisahan dan mengambil pelajaran dari hubungan sebelumnya.
Namun, ada perbedaan antara pernah memiliki hubungan dan masih terikat secara emosional dengan mantan.
Jika seseorang masih terus membicarakan mantan, berharap bisa kembali bersama, atau belum menyelesaikan berbagai masalah dari hubungan sebelumnya, mungkin dia belum benar-benar siap memulai hubungan baru.
Karena itu, tidak ada salahnya menjadikan kesiapan emosional sebagai salah satu batasan saat mulai berkencan. Kamu berhak mendapatkan pasangan yang memang siap memberikan ruang untuk hubungan baru, bukan seseorang yang masih sibuk mempertahankan hubungan yang sudah berakhir.
Bukan berarti kamu harus menuntut pasangan melupakan seluruh masa lalunya. Yang penting, dia sudah mampu menerima bahwa hubungan tersebut telah selesai dan menggunakan pengalaman itu untuk belajar.
2. Pastikan Pasanganmu Mau Berkembang Bersama
Hubungan yang sehat tidak berarti kedua orang harus memiliki kepribadian atau minat yang sama persis. Namun, memiliki keinginan untuk berkembang bisa menjadi hal yang penting.
Kamu mungkin sedang berusaha mengenali diri sendiri, memperbaiki kebiasaan, belajar sesuatu yang baru, atau berusaha menjadi pribadi yang lebih baik. Pasanganmu tidak harus melakukan hal yang sama persis, tetapi setidaknya dia memiliki kemauan untuk melakukan self-improvement.
Bentuknya bisa bermacam-macam. Ada yang mengikuti terapi, membaca buku, belajar keterampilan baru, mengevaluasi kebiasaan, atau sekadar terbuka terhadap kritik dan mau memperbaiki kesalahan.
Hal ini penting karena hubungan juga dapat berkembang seiring perubahan masing-masing individu. Jika hanya satu orang yang terus berusaha bertumbuh sementara yang lain sama sekali tidak tertarik melakukan perubahan, lama-kelamaan bisa muncul rasa frustrasi.
Kamu mungkin merasa sedang bergerak maju sendirian, sementara pasangan tetap berada di tempat yang sama.
Jadi, sejak awal, perhatikan apakah orang yang kamu kencani memiliki kemauan untuk belajar dan berkembang. Bukan untuk mencari pasangan yang sempurna, tetapi seseorang yang mau melakukan proses tersebut bersamamu.
>> Baca juga: Pasangan Sering Meremehkan Kamu? Kenali Tandanya dan Cara Menghadapinya
3. Pasanganmu Menghargai Saat Kamu Mengatakan “Tidak”
Salah satu batasan paling penting dalam hubungan adalah kemampuan untuk mengatakan “tidak” ketika kamu merasa tidak nyaman.
Respons seseorang ketika mendengar penolakan sederhana bisa memberi banyak informasi tentang bagaimana dia menghargai batasanmu.
Misalnya, seseorang mengajakmu bertemu larut malam, tetapi kamu lebih nyaman bertemu pada sore atau malam yang lebih awal. Kamu menyampaikan pilihan tersebut dan dia menerimanya tanpa memaksa, memperdebatkan keputusanmu, atau membuatmu merasa bersalah.
Respons seperti ini menunjukkan bahwa dia bersedia menghargai kebutuhan dan kenyamananmu.
Sebaliknya, kamu perlu berhati-hati jika seseorang terus memaksa setelah kamu mengatakan tidak. Begitu juga jika dia menggunakan rasa bersalah, kemarahan, ancaman, atau manipulasi agar kamu akhirnya mengubah keputusan.
Mengatakan “tidak” bukan berarti kamu tidak menyukai atau menghargai pasangan. Batasan justru membantu kedua orang memahami apa yang membuat masing-masing merasa aman dan nyaman dalam hubungan.
Menetapkan batasan sejak awal bukan berarti kamu terlalu pilih-pilih atau mengharapkan pasangan yang sempurna. Batasan membantu kamu menjelaskan apa yang penting bagi dirimu dan melihat apakah orang yang kamu kencani mampu menghargainya.
Kamu juga tidak harus langsung mengetahui semua batasan yang kamu miliki. Seiring menjalani hubungan dan mengenali diri sendiri, kamu bisa menemukan hal-hal yang membuatmu nyaman maupun tidak nyaman.
Pada akhirnya, kecerdasan emosional dalam hubungan bukan hanya tentang memahami perasaan pasangan. Kamu juga perlu memahami dirimu sendiri, mengetahui apa yang kamu butuhkan, dan berani menyampaikannya dengan jelas.
People With High Emotional Intelligence Usually Set 3 Relationship Boundaries Very Early On
Komentar