Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Psikologi

Emophilia: Ketika Kamu Terlalu Cepat Jatuh Cinta

AN
AR
×
AN
AN
Penulis Media Positif
AR
Ariane Resnick, CNC
Full Credit
AN , Ariane Resnick, CNC |
Emophilia: Ketika Kamu Terlalu Cepat Jatuh Cinta
Emophilia

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Pernah baru mengenal seseorang tetapi langsung merasa dia adalah orang yang tepat untukmu? Atau setiap kali bertemu orang baru, kamu dengan cepat merasa jatuh cinta dan ingin hubungan tersebut segera menjadi serius?

Sesekali merasakan ketertarikan yang kuat tentu merupakan hal yang wajar. Namun, jika kamu berulang kali jatuh cinta dengan cepat tanpa benar-benar mengenal orang tersebut, kondisi ini mungkin berkaitan dengan emophilia.

Apa Itu Emophilia?

Emophilia adalah istilah untuk menggambarkan kecenderungan seseorang yang mudah dan sering jatuh cinta. Pola ini bukan hanya terjadi sekali, tetapi dapat muncul berulang kali dalam berbagai hubungan romantis.

Istilah ini sebelumnya dikenal sebagai emotional promiscuity. Orang dengan tingkat emophilia yang tinggi dapat merasa sangat terikat secara emosional kepada seseorang meskipun baru mengenalnya.

Perlu diketahui, emophilia bukan penyakit atau kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis. Namun, kecenderungan ini dapat membuat seseorang lebih mudah mengambil keputusan secara terburu-buru dalam hubungan, mengabaikan tanda bahaya, atau terjebak dalam hubungan yang tidak sehat.

Tanda-Tanda Emophilia

Salah satu ciri utama emophilia adalah munculnya perasaan cinta yang kuat sebelum kamu benar-benar mengenal karakter dan sifat orang tersebut.

Beberapa tanda yang mungkin kamu alami antara lain:

  • Cepat Jatuh Cinta. Kamu mudah merasa sangat menyukai seseorang dan segera menganggap hubungan tersebut istimewa, meskipun baru mengenalnya dalam waktu singkat.

  • Cepat Terikat Secara Emosional. Perasaanmu bisa berkembang jauh lebih cepat daripada kedekatan yang sebenarnya terjalin. Kamu mungkin sudah merasa sangat terhubung sebelum orang tersebut menunjukkan apakah dia dapat dipercaya dan menghargai kamu.

  • Sering Menganggap Orang Baru sebagai “The One”. Setiap kali menjalin hubungan baru, kamu mungkin merasa telah menemukan orang yang tepat untuk selamanya. Padahal, kamu belum memiliki cukup waktu untuk mengetahui seperti apa dirinya dalam berbagai situasi.

  • Mengabaikan Red Flag. Karena terlalu fokus pada perasaan cinta, kamu mungkin mengabaikan tanda-tanda bahwa seseorang tidak cocok atau bahkan berpotensi membahayakanmu.

  • Terburu-Buru Membuat Hubungan Serius.

    Perasaan yang berkembang sangat cepat dapat membuat kamu mengambil keputusan besar sebelum memiliki cukup informasi tentang pasangan dan hubungan tersebut.

Apa Penyebab Emophilia?

Tidak ada satu penyebab pasti dari emophilia. Para ahli memiliki beberapa dugaan mengenai faktor yang mungkin berperan, termasuk kaitannya dengan zat kimia di otak seperti dopamin dan serotonin yang berhubungan dengan perasaan senang dan penghargaan.

Seseorang dengan emophilia juga mungkin mencari sensasi atau kegembiraan yang muncul ketika jatuh cinta. Hal ini dapat membuatnya terus berpindah dari satu hubungan ke hubungan berikutnya demi merasakan kembali sensasi tersebut.

Penelitian juga menemukan adanya hubungan antara emophilia dan beberapa karakteristik kepribadian tertentu. Namun, bukan berarti seseorang dengan emophilia pasti memiliki sifat-sifat tersebut.

Bagaimana Emophilia Memengaruhi Hubungan?

Jatuh cinta dengan cepat bukan berarti hubunganmu pasti bermasalah. Namun, ketika kamu terlalu cepat merasa yakin terhadap seseorang, kamu mungkin tidak memberikan cukup waktu untuk mengenal dirinya secara realistis.

Kamu bisa terlalu mengidealkan pasangan dan melihat dirinya berdasarkan gambaran yang kamu inginkan, bukan berdasarkan perilaku nyata. Akibatnya, tanda-tanda hubungan yang tidak sehat mungkin baru terlihat setelah kamu sudah terlalu terikat.

Hubungan juga dapat menjadi kurang mendalam karena kamu lebih berfokus pada perasaan jatuh cinta daripada proses mengenal pasangan secara perlahan.

Dalam beberapa kasus, pola ini dapat membuat seseorang terus berpindah dari satu hubungan ke hubungan lain atau justru bertahan terlalu lama dalam hubungan yang sebenarnya tidak sehat.

>> Baca juga: 10 Tanda Green Flag dalam Hubungan yang Sehat

Bagaimana Mengatasi Emophilia?

Jika kamu merasa pola ini berulang dalam hubunganmu, bukan berarti ada yang salah dengan dirimu. Kamu bisa mulai dengan mengenali pola tersebut dan belajar memberikan lebih banyak waktu sebelum mengambil keputusan dalam hubungan.

Beberapa hal yang dapat dicoba antara lain:

  • Kenali red flag dan green flag. Buat daftar sifat yang menjadi batasan penting dalam memilih pasangan, termasuk perilaku yang tidak bisa kamu toleransi.

  • Jangan Terburu-Buru Mengidealkan Seseorang. Ketertarikan di awal hubungan belum tentu menggambarkan kecocokan dalam jangka panjang.

  • Amati Perilakunya dari Waktu ke Waktu. Perhatikan apakah perkataan dan tindakannya konsisten sebelum kamu semakin terikat.

  • Dengarkan Orang yang Kamu Percaya. Orang terdekat terkadang dapat melihat tanda-tanda yang mungkin luput dari perhatianmu ketika sedang jatuh cinta.

  • Berikan Waktu untuk Mengenal Diri Sendiri. Memahami pola hubungan yang berulang dapat membantu kamu membuat keputusan yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan nilai yang kamu miliki.

Kapan Perlu Mencari Bantuan?

Jika pola jatuh cinta terlalu cepat terus berulang dan membuat kamu masuk atau bertahan dalam hubungan yang tidak sehat, berbicara dengan psikolog atau terapis dapat membantu.

Terapi dapat menjadi ruang untuk memahami pola hubungan, mencari tahu faktor yang mungkin memengaruhinya, dan mempelajari cara membangun hubungan yang lebih sehat. Terapis yang memiliki pengalaman dalam hubungan romantis atau keterikatan (attachment) juga dapat menjadi pilihan.

Kamu juga bisa menggunakan waktu saat sedang lajang untuk berhenti sejenak dari pola hubungan yang berulang. Dengan tidak terburu-buru mencari pasangan baru, kamu memiliki kesempatan untuk mengenali diri sendiri dan menentukan seperti apa hubungan yang benar-benar kamu inginkan.

You Might Have Emophilia If You Fall in Love Too Quickly
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!