JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Pernah merasa pusing, berkunang-kunang, atau seperti kehilangan keseimbangan setelah berdiri dari posisi duduk atau berbaring? Kondisi ini cukup umum terjadi, terutama ketika kamu sedang sakit, kekurangan cairan, atau bertambah usia.
Penyebab Pusing Saat Berdiri
Salah satu penyebab yang paling umum adalah orthostatic hypotension, yaitu kondisi ketika tekanan darah turun secara tiba-tiba setelah kamu berdiri. Biasanya, tubuh membutuhkan waktu beberapa saat untuk menyesuaikan tekanan darah dengan perubahan posisi tersebut.
Saat kamu berdiri, gravitasi membuat darah lebih banyak berkumpul di bagian kaki. Tubuh biasanya akan merespons dengan menyempitkan pembuluh darah dan meningkatkan denyut jantung agar darah tetap mengalir ke otak. Jika respons ini terlambat, kamu bisa merasa pusing atau berkunang-kunang.
Gejalanya biasanya hanya berlangsung selama beberapa detik hingga menit dan membaik setelah tubuh menyesuaikan diri. Namun, jika pusing berlangsung lama atau terjadi bahkan saat kamu tidak mengubah posisi, penyebabnya mungkin berbeda.
1. Penggunaan Obat Tertentu
Beberapa jenis obat dapat menurunkan tekanan darah atau memengaruhi kemampuan pembuluh darah untuk menyesuaikan diri ketika kamu berdiri.
Obat yang dapat berkaitan dengan kondisi ini antara lain obat tekanan darah, obat pelancar urine, obat untuk disfungsi ereksi, antidepresan, antipsikotik, serta obat yang digunakan untuk mengatasi penyakit Parkinson.
Jika kamu sering pusing setelah berdiri dan sedang mengonsumsi obat tertentu, jangan menghentikan obat sendiri. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui apakah obat yang kamu gunakan mungkin menjadi penyebabnya.
2. Dehidrasi
Kekurangan cairan dapat menurunkan jumlah darah yang beredar di dalam tubuh. Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit mempertahankan tekanan darah ketika kamu berdiri.
Dehidrasi bisa terjadi karena kurang minum atau kehilangan banyak cairan akibat muntah, diare, demam, maupun berkeringat berlebihan.
Jika kamu sedang mengalami kondisi tersebut, pastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi. Dalam kondisi tertentu seperti muntah atau diare, larutan rehidrasi oral juga dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang.
3. Bertambahnya Usia
Pusing ketika berdiri lebih sering terjadi pada orang yang lebih tua. Seiring bertambahnya usia, respons tubuh yang membantu mengatur tekanan darah dapat menjadi lebih lambat.
Orang yang lebih tua juga cenderung lebih mungkin mengalami kondisi kesehatan tertentu atau mengonsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah turun saat berdiri.
4. Kondisi Kesehatan Tertentu
Beberapa penyakit dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengatur tekanan darah ketika posisi tubuh berubah.
Misalnya, diabetes dapat menyebabkan kerusakan saraf yang berperan dalam mengatur penyempitan pembuluh darah. Penyakit jantung dan gangguan sistem saraf seperti Parkinson juga dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyesuaikan denyut jantung dan tekanan darah.
Kondisi lain yang juga dapat berkaitan dengan tekanan darah turun saat berdiri antara lain cedera saraf tulang belakang, amiloidosis, dan penyakit ginjal kronis.
5. Kehamilan
Perubahan hormon dan sistem peredaran darah selama kehamilan dapat menyebabkan tekanan darah menjadi lebih rendah, terutama pada awal kehamilan.
Akibatnya, kamu mungkin lebih mudah merasa pusing setelah berdiri. Keluhan ini bisa semakin terasa jika disertai dehidrasi atau kelelahan.
6. Konsumsi Alkohol
Alkohol dapat membuat pembuluh darah menjadi lebih rileks dan juga dapat memperburuk kehilangan cairan dari tubuh. Kedua hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan tekanan darah turun ketika kamu berdiri.
Rasa pusing bisa terasa segera setelah minum alkohol atau bahkan keesokan paginya.
7. Kekurangan Nutrisi
Kekurangan zat besi atau vitamin B12 juga dapat berkontribusi terhadap rasa pusing, terutama ketika kamu mengubah posisi tubuh.
Kekurangan zat besi dapat mengurangi kemampuan tubuh mengantarkan oksigen ke otak, sedangkan kekurangan vitamin B12 dapat memengaruhi fungsi saraf. Kondisi tersebut dapat membuat gejala seperti pusing atau gangguan pengaturan tekanan darah menjadi lebih terasa.
>> Baca juga: Sakit Kepala karena Alergi? Ini Cara Meredakannya
Cara Mengurangi Pusing Saat Berdiri
Beberapa perubahan sederhana dapat membantu mengurangi kemungkinan pusing ketika berdiri.
-
Berdiri Secara Perlahan. Jika baru bangun dari tempat tidur, duduk terlebih dahulu selama sekitar satu menit sebelum berdiri. Cara ini memberi kesempatan bagi tubuh untuk menyesuaikan tekanan darah.
-
Cukupi Kebutuhan Cairan. Minum air yang cukup dapat membantu mencegah dehidrasi, terutama ketika kamu sedang sakit atau banyak kehilangan cairan.
-
Hindari Makan Dalam Porsi Besar. Makan dalam jumlah banyak, terutama makanan tinggi karbohidrat, dapat mengalihkan lebih banyak aliran darah ke sistem pencernaan. Pada sebagian orang, hal ini dapat memperburuk rasa pusing setelah berdiri.
-
Batasi Alkohol. Alkohol dapat memperburuk penurunan tekanan darah pada sebagian orang.
-
Gunakan Stoking Kompresi. Stoking kompresi dapat membantu mencegah darah terlalu banyak berkumpul di kaki ketika kamu berdiri.
-
Periksa Kembali Obat yang Dikonsumsi. Jika obat tertentu diduga menjadi penyebabnya, dokter dapat membantu menyesuaikan dosis atau waktu minum obat jika diperlukan.
Sesekali merasa pusing setelah berdiri mungkin bukan masalah serius. Namun, kamu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika kondisi ini sering terjadi atau semakin parah.
Segera cari pertolongan medis jika kamu sampai pingsan atau hampir pingsan, pusing mengganggu aktivitas sehari-hari, atau disertai nyeri dada, sesak napas, perubahan penglihatan, atau gejala saraf baru.
Kamu juga perlu diperiksa jika pusing terjadi ketika sedang berbaring atau beristirahat, bukan hanya setelah berdiri. Gejala lain seperti darah dalam tinja, menstruasi yang sangat banyak, demam, jantung berdebar, atau denyut jantung yang cepat juga perlu diperhatikan.
7 Reasons You May Feel Dizzy After Standing Up
Komentar