JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Kram otot bisa datang tiba-tiba, bahkan saat kamu sedang tidur. Betis yang mendadak terasa menegang, mengeras, atau seperti “terikat” tentu bisa membuat kamu terbangun dan merasa kesakitan. Kabar baiknya, kram otot umumnya tidak berbahaya dan biasanya mereda dalam beberapa menit.
Apa Penyebab Kram Otot?
Salah satu penyebab yang cukup umum adalah kekurangan cairan dan ketidakseimbangan elektrolit. Ketika tubuh kehilangan banyak cairan, misalnya karena berkeringat berlebihan, muntah, atau diare, tubuh juga bisa kehilangan elektrolit seperti kalium, magnesium, kalsium, dan natrium.
Elektrolit membantu otot berkontraksi dan rileks secara normal. Oleh karena itu, perubahan kadar cairan dan elektrolit dalam tubuh dapat meningkatkan risiko kram.
Kram juga bisa terjadi setelah olahraga berat ketika otot terlalu lelah. Selain itu, kekurangan vitamin tertentu, seperti vitamin B12, vitamin D, dan vitamin B1, juga dapat memengaruhi fungsi saraf dan otot.
Makanan yang Bisa Membantu Mengurangi Risiko Kram Otot
Tidak ada satu jenis makanan yang terbukti secara langsung dapat menghentikan semua jenis kram otot. Namun, makanan yang kaya elektrolit, vitamin, mineral, protein, dan cairan dapat membantu mendukung fungsi otot.
1. Alpukat
Alpukat merupakan salah satu sumber kalium yang baik. Mineral ini bekerja bersama elektrolit lain untuk membantu menjaga keseimbangan cairan dan mendukung kontraksi serta relaksasi otot.
Alpukat juga mengandung magnesium. Kamu bisa menambahkannya ke salad, roti panggang, atau menjadikannya campuran smoothie.
2. Pisang
Pisang sering menjadi pilihan camilan setelah olahraga karena mengandung kalium, magnesium, dan karbohidrat.
Karbohidrat dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi, sementara otot menyimpan karbohidrat dalam bentuk glikogen untuk digunakan saat beraktivitas. Meski begitu, pisang saja belum tentu cukup untuk menggantikan cairan dan elektrolit dalam jumlah besar setelah olahraga berat.
3. Kacang-Kacangan dan Lentil
Kacang-kacangan dan lentil kaya akan magnesium yang berperan dalam fungsi otot. Makanan ini juga bisa menjadi sumber protein dan serat yang baik.
Kamu bisa menambahkan kacang ke dalam salad, sup, atau berbagai masakan sehari-hari agar asupan magnesium lebih mudah terpenuhi.
4. Ubi Jalar
Ubi jalar mengandung beberapa mineral yang dibutuhkan otot, termasuk kalium, magnesium, dan kalsium. Makanan ini juga mengandung vitamin C dan beta-karoten yang berperan sebagai antioksidan.
Kamu bisa mengonsumsi ubi jalar dengan cara dipanggang atau direbus sebagai pilihan sumber karbohidrat dalam menu sehari-hari.
5. Melon dan Semangka
Melon dan semangka memiliki kandungan air yang tinggi sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Keduanya juga mengandung elektrolit dan vitamin C.
Makanan dengan kandungan air tinggi bisa menjadi pilihan yang menyegarkan, terutama setelah kamu banyak berkeringat atau beraktivitas di cuaca panas.
6. Sayuran Hijau
Sayuran hijau seperti bayam mengandung magnesium, kalium, dan kalsium. Ketiga mineral tersebut berperan dalam fungsi normal otot.
Kamu bisa menambahkan bayam atau sayuran hijau lainnya ke dalam sup, tumisan, salad, atau smoothie. Selain mineral, sayuran hijau juga kaya serat dan relatif rendah kalori.
7. Susu dan Yogurt
Produk susu mengandung kalsium dan kalium yang dibutuhkan untuk fungsi otot. Susu dan yogurt juga menyediakan protein yang membantu proses pemulihan jaringan otot setelah berolahraga.
Segelas susu atau semangkuk yogurt bisa menjadi pilihan camilan setelah aktivitas fisik, terutama jika kamu juga membutuhkan tambahan protein.
8. Kaldu Tulang
Kaldu tulang mengandung air dan sejumlah asam amino yang mendukung kesehatan otot. Kaldu juga biasanya mengandung natrium, meski jumlah mineralnya dapat berbeda tergantung cara pembuatannya.
Kamu bisa menggunakan kaldu sebagai dasar sup atau untuk memasak nasi dan biji-bijian lainnya. Namun, kamu tidak perlu mengandalkannya sebagai satu-satunya sumber elektrolit.
9. Ikan dan Makanan Laut
Ikan seperti salmon, trout, dan sarden mengandung protein, vitamin B, dan kalium yang dapat mendukung kesehatan otot.
Ikan berlemak juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat membantu mengurangi peradangan setelah aktivitas fisik. Mengonsumsi ikan secara rutin bisa menjadi bagian dari pola makan seimbang sekaligus membantu memenuhi kebutuhan protein.
>> Baca juga: 9 Tanda Tubuh Kekurangan Magnesium, Kenali Gejalanya Sejak Dini
10. Acar
Acar dan air acar mengandung air serta natrium. Karena itu, beberapa atlet mengonsumsi sedikit air acar setelah olahraga yang sangat intens untuk membantu menggantikan sebagian elektrolit yang hilang melalui keringat.
Namun, air acar bukan solusi utama untuk mencegah kram. Penelitian kecil juga belum menunjukkan bahwa air acar secara signifikan meningkatkan kadar natrium atau kalium selama dan setelah olahraga. Selain itu, kebanyakan orang sudah mendapatkan cukup natrium dari makanan sehari-hari.
Makanan bergizi memang dapat membantu memenuhi kebutuhan mineral yang penting untuk fungsi otot, tetapi hidrasi juga tidak kalah penting. Pastikan kamu minum cukup air sepanjang hari, terutama ketika berolahraga, banyak berkeringat, atau berada di lingkungan yang panas.
Kamu juga bisa melakukan peregangan sebelum dan setelah olahraga serta memberikan waktu istirahat yang cukup untuk otot.
Jika kram otot terjadi sangat sering, berlangsung lama, terasa sangat berat, atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan dengan dokter. Kram yang berulang terkadang berkaitan dengan kondisi kesehatan atau obat-obatan tertentu dan bukan hanya karena kurang makan makanan tertentu.
Having Muscle Cramps? These Foods May Help Keep Them at Bay

Komentar