JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Sudah rutin olahraga dan berusaha menjaga pola makan, tetapi angka di timbangan tidak kunjung turun? Kondisi ini cukup membingungkan, terutama ketika kamu merasa sudah melakukan banyak hal untuk menurunkan berat badan.
Alasan Berat Badan Tak Turun Padahal Rajin Olahraga
Namun, rajin olahraga saja belum tentu membuat berat badan turun. Ada beberapa faktor lain yang dapat memengaruhi proses penurunan berat badan, mulai dari jumlah kalori yang dikonsumsi, kualitas tidur, tingkat stres, hingga perubahan komposisi tubuh.
Berikut beberapa alasan yang mungkin menjelaskan mengapa berat badanmu belum turun meski sudah rutin berolahraga.
1. Belum Berada dalam Defisit Kalori
Defisit kalori terjadi ketika jumlah kalori yang kamu konsumsi lebih sedikit daripada energi yang digunakan tubuh untuk beraktivitas dan berolahraga.
Jika kamu hanya menambah olahraga tanpa mengurangi atau mengatur asupan makanan, kamu mungkin belum mencapai defisit kalori. Ukuran porsi yang tanpa disadari membesar atau kalori tersembunyi dari makanan dan minuman juga dapat berpengaruh.
Mencatat makanan yang kamu konsumsi dapat membantu melihat pola makan dan mengetahui apakah ada asupan yang sering terlewat.
2. Melebihkan Perkiraan Kalori yang Terbakar
Kamu mungkin merasa sudah membakar banyak kalori saat berolahraga. Namun, angka yang ditampilkan oleh treadmill, sepeda statis, atau alat olahraga lainnya belum tentu benar-benar sesuai dengan jumlah kalori yang kamu bakar.
Alat tersebut biasanya menggunakan perhitungan berdasarkan rata-rata orang dan tidak selalu mempertimbangkan kondisi setiap individu. Bahkan, alat pelacak kebugaran juga masih memiliki tingkat kesalahan dalam memperkirakan pengeluaran energi.
Selain olahraga, aktivitas sehari-hari seperti berjalan kaki, membersihkan rumah, atau berkebun juga berkontribusi terhadap jumlah energi yang kamu gunakan.
3. Lemak Berkurang, tetapi Massa Otot Bertambah
Angka di timbangan tidak selalu menggambarkan seluruh perubahan yang terjadi pada tubuh.
Jika kamu rutin melakukan latihan kekuatan, bisa saja lemak tubuh berkurang sementara massa otot bertambah. Kondisi ini dikenal sebagai body recomposition. Akibatnya, berat badan mungkin tidak banyak berubah meskipun ukuran tubuh atau lingkar pinggang mengecil.
Karena itu, kamu juga bisa memantau perubahan lingkar pinggang, ukuran pakaian, dan kekuatan tubuh selain hanya melihat angka di timbangan.
4. Ada Faktor Hormon atau Kondisi Medis
Beberapa kondisi kesehatan dapat memengaruhi proses penurunan berat badan, termasuk hipotiroid, sindrom ovarium polikistik atau PCOS, dan diabetes. Kondisi tersebut dapat memengaruhi metabolisme, nafsu makan, atau penyimpanan lemak.
Obat-obatan tertentu juga dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan. Jika kamu mencurigai obat yang sedang dikonsumsi memengaruhi berat badan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter dan jangan mengubah dosis sendiri.
5. Sering Stres dan Kurang Tidur
Tidur yang kurang dapat memengaruhi hormon yang berkaitan dengan nafsu makan. Kondisi ini bisa membuat kamu lebih mudah menginginkan makanan tertentu atau makan lebih banyak.
Stres dalam jangka panjang juga dapat memengaruhi berat badan. Saat stres, tubuh melepaskan kortisol, yaitu hormon yang berkaitan dengan respons tubuh terhadap stres dan dapat berhubungan dengan penyimpanan lemak.
Karena itu, menjaga waktu tidur dan mencari cara untuk mengelola stres juga menjadi bagian penting dari usaha menurunkan berat badan.
6. Kurang Mengonsumsi Protein
Protein tidak hanya dibutuhkan untuk membantu pemulihan setelah olahraga. Nutrisi ini juga dapat membantu mempertahankan massa otot dan mendukung proses penurunan berat badan.
Beberapa sumber protein yang bisa kamu masukkan ke dalam pola makan antara lain ayam, daging tanpa lemak, ikan, telur, produk susu rendah lemak, kacang-kacangan, edamame, dan tahu.
7. Makanan Sehat yang Dikonsumsi Terlalu Banyak
Makanan sehat bukan berarti selalu rendah kalori.
Kacang-kacangan, alpukat, smoothie, dan beberapa produk tinggi protein memang dapat memberikan nutrisi yang baik. Namun, makanan tersebut juga bisa mengandung kalori cukup tinggi.
Jadi, selain memperhatikan jenis makanan, tetap perhatikan porsinya.
8. Tidak Konsisten
Penurunan berat badan membutuhkan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten. Pola makan dan aktivitas yang sudah terjaga selama beberapa hari bisa terganggu jika kamu sering makan berlebihan di akhir pekan atau memiliki terlalu banyak hari bebas dari rencana yang sudah dibuat.
Cobalah membuat rencana makan, menyiapkan makanan lebih awal, dan membangun kebiasaan olahraga yang realistis agar lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
9. Mengalami Weight Loss Plateau
Weight loss plateau adalah kondisi ketika penurunan berat badan berhenti atau melambat meskipun kamu masih menjalankan pola makan dan olahraga yang sama.
Ketika berat badan berkurang, kebutuhan energi tubuh juga dapat berubah. Akibatnya, jumlah kalori yang sebelumnya cukup untuk menciptakan defisit mungkin tidak lagi menghasilkan efek yang sama.
Jika mengalaminya, kamu bisa mengevaluasi kembali pola makan, mencoba variasi latihan, memasukkan latihan kekuatan, serta memastikan waktu tidur dan istirahat tetap cukup.
10. Ekspektasi Penurunan Berat Badan Terlalu Tinggi
Penurunan berat badan membutuhkan waktu. Jika kamu berharap berat badan turun dengan cepat, kamu mungkin merasa gagal padahal sebenarnya sudah mengalami kemajuan.
Selain angka di timbangan, perhatikan juga perubahan lain seperti energi yang lebih baik, tidur yang lebih nyenyak, pakaian yang terasa lebih longgar, tubuh yang semakin kuat, dan kebiasaan makan yang lebih sehat.
>> Baca juga: 10 Kesalahan Diet yang Sering Dilakukan dan Cara Menghindarinya
Jangan Hanya Fokus pada Angka di Timbangan
Menurunkan berat badan bukan tentang melakukan semuanya dengan sempurna. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan yang bisa kamu jalani dalam jangka panjang.
Selain olahraga kardio, kamu bisa memasukkan latihan kekuatan, memberikan waktu untuk istirahat dan pemulihan, memperhatikan ukuran porsi, serta memilih makanan yang bergizi.
Jadi, jika berat badan belum turun meski kamu rajin olahraga, jangan langsung menganggap usahamu sia-sia. Coba evaluasi pola makan, aktivitas harian, tidur, stres, dan perkembangan komposisi tubuh secara keseluruhan.
Why Am I Not Losing Weight? 10 Common Reasons Explained
Komentar