Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Nutrisi

7 Dampak Jika Kamu Jarang Makan Buah dan Sayur

AN
SA
×
AN
AN
Penulis Media Positif
SA
Sarah Jividen, RN
Full Credit
AN , Sarah Jividen, RN |
7 Dampak Jika Kamu Jarang Makan Buah dan Sayur
Hal ini terjadi jika kamu jarang makan buah dan sayur
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Buah dan sayur merupakan bagian penting dari pola makan sehat. Keduanya menyediakan berbagai vitamin, mineral, serat, antioksidan, dan senyawa alami yang dibutuhkan tubuh untuk menjala nkan berbagai fungsi. Lantas, apa yang terjadi pada tubuh jika jarang makan buah dan sayur?

Hal yang Terjadi pada Tubuh Jika Jarang Makan Buah dan Sayur

Kalau kamu hampir tidak pernah makan buah dan sayur, tubuh mungkin tetap bisa mendapatkan sebagian zat gizi dari makanan lain. Namun, memenuhi kebutuhan nutrisi harian bisa menjadi lebih sulit. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan.

Lantas, apa yang bisa terjadi jika kamu jarang atau bahkan tidak pernah makan buah dan sayur?  

1. Kamu Bisa Mengalami Kekurangan Nutrisi

Buah dan sayur merupakan sumber berbagai vitamin dan mineral penting. Jika asupannya sangat rendah, kamu mungkin lebih sulit memenuhi kebutuhan nutrisi harian.

Beberapa zat gizi yang berisiko kurang antara lain:

  • Vitamin C, yang membantu mendukung sistem kekebalan tubuh dan proses penyembuhan luka.

  • Vitamin A, yang penting untuk kesehatan mata dan sistem kekebalan tubuh.

  • Folat, yang dibutuhkan untuk pembentukan DNA dan pertumbuhan sel.

  • Kalium, yang membantu mengatur tekanan darah dan mendukung fungsi otot.

Memang, sebagian nutrisi tersebut bisa diperoleh dari makanan lain atau suplemen. Namun, buah dan sayur tidak hanya memberikan vitamin dan mineral, tetapi juga serat serta berbagai senyawa alami yang bermanfaat bagi tubuh.

2. Kesehatan Pencernaan Bisa Menurun

Salah satu alasan penting untuk makan buah dan sayur adalah kandungan seratnya. Serat membantu menjaga fungsi sistem pencernaan dan membuat buang air besar lebih teratur.

Jika kamu jarang makan makanan berserat, kamu bisa lebih mudah mengalami sembelit, buang air besar tidak teratur, perut kembung, atau rasa tidak nyaman di perut.

Serat juga menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam usus. Bakteri tersebut membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus yang berperan dalam pencernaan, peradangan, dan sistem kekebalan tubuh.

Karena itu, kekurangan serat dalam jangka panjang tidak hanya berdampak pada kelancaran buang air besar, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan usus.

3. Risiko Penyakit Jantung Bisa Meningkat

Konsumsi buah dan sayur yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko penyakit jantung dan stroke yang lebih rendah.

Salah satu alasannya adalah kandungan kalium dan magnesium dalam berbagai jenis buah dan sayur yang membantu mendukung pengaturan tekanan darah.

Serat larut juga dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL atau yang sering disebut kolesterol jahat. Sementara itu, antioksidan dan senyawa tumbuhan lainnya dapat membantu melawan peradangan serta stres oksidatif yang berperan dalam perkembangan penyakit jantung.

4. Pengaturan Gula Darah Bisa Terganggu

Buah dan sayur utuh mengandung serat yang dapat memperlambat proses pencernaan dan penyerapan gula. Hal ini membantu mencegah kenaikan kadar gula darah secara cepat setelah makan.

Sebaliknya, jika pola makanmu sangat rendah buah dan sayur tetapi tinggi karbohidrat olahan atau makanan tinggi gula, kadar gula darah bisa lebih mudah naik dan turun dengan cepat.

Dalam jangka panjang, pola makan seperti ini dapat berkontribusi terhadap resistensi insulin dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

5. Sistem Kekebalan Tubuh Bisa Kurang Optimal

Beberapa nutrisi yang penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh banyak ditemukan dalam buah dan sayur, termasuk vitamin A, C, dan E serta berbagai antioksidan.

Jika asupan nutrisi tersebut tidak mencukupi, kemampuan tubuh dalam mempertahankan diri dari infeksi dan memulihkan diri saat sakit bisa ikut terdampak.

Antioksidan juga membantu melindungi sel, termasuk sel yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh, dari kerusakan akibat stres oksidatif.

6. Kesehatan Kulit, Rambut, dan Mata Bisa Terdampak

Buah dan sayur juga memberikan nutrisi yang dibutuhkan untuk menjaga kesehatan kulit, rambut, dan mata.

Vitamin A, misalnya, berperan penting dalam menjaga fungsi penglihatan, terutama kemampuan melihat dalam kondisi minim cahaya. Sementara itu, vitamin C dibutuhkan tubuh untuk memproduksi kolagen yang membantu menjaga struktur kulit dan mendukung penyembuhan luka.

Jika kekurangan nutrisi berlangsung cukup lama, kamu mungkin mengalami kulit yang lebih kering atau kusam, penyembuhan luka yang lebih lambat, rambut rapuh, hingga gangguan penglihatan.

Namun, gejala tersebut biasanya tidak muncul secara tiba-tiba. Dampaknya dapat berkembang perlahan sehingga sering kali tidak langsung disadari.

7. Risiko Penyakit Kronis Bisa Meningkat

Jika kamu terus-menerus menghindari buah dan sayur dalam jangka panjang, risiko berbagai penyakit kronis bisa meningkat.

Pola makan rendah buah dan sayur dikaitkan dengan risiko penyakit jantung, stroke, beberapa jenis kanker, dan kematian akibat berbagai penyebab yang lebih tinggi.

Buah dan sayur menyediakan serat, antioksidan, serta fitokimia yang membantu tubuh mengatur peradangan dan melindungi sel dari kerusakan. Karena itu, kekurangan makanan tersebut dalam jangka panjang dapat membuat tubuh kehilangan berbagai senyawa yang mendukung kesehatan.

>> Baca juga: Buah dan Sayur yang Mengandung Vitamin C Tinggi, Gak Cuma Jeruk!

Apakah Bisa Tetap Sehat Tanpa Buah dan Sayur?

Tubuh memang masih bisa mendapatkan sebagian nutrisi dari makanan lain. Namun, menjalani pola makan tanpa buah dan sayur dalam jangka panjang dapat membuat kebutuhan serat, vitamin, mineral, dan senyawa tumbuhan tertentu lebih sulit terpenuhi.

Jika kamu selama ini jarang makan buah dan sayur, tidak perlu langsung mengubah pola makan secara drastis. Mulailah secara perlahan.

Kamu bisa mencoba menambahkan sedikit sayur ke dalam makanan, memilih sayuran yang sudah dimasak, memasukkan buah ke dalam smoothie, atau menambahkan potongan buah ke yoghurt dan oatmeal.

What Happens to Your Body When You Never Eat Vegetables or Fruit
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!