Bagikan berita positif untuk kebaikan.
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
Bagikan berita positif untuk kebaikan
WhatsApp Salin Link
*Manfaat membagikan Artikel
mediapositif.id / Kesehatan / Psikologi

Mengapa Kita Mengatakan Hal yang Menyakitkan Saat Marah? Ini Alasannya

AN
IS
×
AN
AN
Penulis Media Positif
IS
Iskra Fileva, Ph.D
Full Credit
AN , Iskra Fileva, Ph.D |
Mengapa Kita Mengatakan Hal yang Menyakitkan Saat Marah? Ini Alasannya
Kenapa mengatakan hal menyakitkan saat marah?
IklanBuka rekening Krom, dapat bonus hingga Rp150.000

JAKARTA - MEDIAPOSITIF, Pernahkah kamu mengatakan sesuatu yang menyakitkan kepada orang lain, lalu beberapa saat kemudian langsung menyesal? Kamu mungkin bahkan berpikir, “Kenapa tadi aku ngomong begitu? Padahal sebenarnya aku tidak bermaksud seperti itu.”

Hal seperti ini cukup umum terjadi, terutama ketika seseorang sedang marah, kecewa, tertekan, atau merasa terluka. Dalam kondisi tertentu, emosi bisa membuat kita bereaksi secara spontan tanpa sempat memikirkan dampak dari perkataan yang keluar.

Yang menarik, terkadang ucapan tersebut memang tidak sesuai dengan apa yang sebenarnya kita rasakan atau yakini. Lalu, mengapa kita bisa mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak kita maksud?

Mengapa Kita Bisa Mengatakan Hal yang Menyakitkan?

Ada beberapa alasan yang mungkin menjelaskan mengapa perkataan kita terkadang berbeda dari maksud sebenarnya.

1. Emosi Membuat Kita Bereaksi Secara Spontan

Ketika emosi sedang memuncak, kemampuan untuk berpikir dengan tenang bisa berkurang. Akibatnya, kita lebih mudah bereaksi daripada mempertimbangkan apa yang sebenarnya ingin disampaikan.

Misalnya, kamu sedang kesal karena pasangan terlambat pulang. Alih-alih mengatakan bahwa kamu merasa kecewa atau khawatir, kamu justru berkata, “Aku sudah tidak peduli sama kamu.”

Setelah suasana hati membaik, kamu mungkin menyadari bahwa sebenarnya kamu masih peduli. Kalimat tersebut keluar sebagai reaksi sesaat terhadap emosi yang sedang dirasakan.

2. Masalah Lain Bisa Membuat Kita Mudah Marah

Tidak semua ucapan menyakitkan muncul karena masalah dengan orang yang sedang kita ajak bicara.

Terkadang, kita sudah mengalami banyak hal yang membuat stres sepanjang hari. Pekerjaan menumpuk, perjalanan melelahkan, kurang tidur, atau masalah lain bisa membuat batas kesabaran menjadi lebih tipis.

Akibatnya, masalah kecil yang sebenarnya tidak terlalu besar bisa menjadi pemicu kita untuk meledak. Orang yang ada di hadapan kita akhirnya menjadi sasaran dari emosi yang sebenarnya berasal dari berbagai masalah lain.

3. Kita Sedang Berusaha Mengurangi Rasa Sakit

Dalam beberapa situasi, perkataan yang menyakitkan bisa menjadi cara seseorang melampiaskan rasa sakit yang sedang dirasakan.

Misalnya, ketika merasa ditolak atau tidak dihargai, seseorang mungkin mengatakan, “Aku juga tidak membutuhkan kamu.”

Padahal, di balik kalimat tersebut mungkin justru ada rasa takut kehilangan, kecewa, atau keinginan untuk mendapatkan perhatian.

Artinya, ucapan yang terdengar seperti kebencian atau penolakan terkadang sebenarnya muncul dari emosi yang berbeda.

4. Perkataan Sesaat Tidak Selalu Menggambarkan Diri Kita Sepenuhnya

Ada kalanya seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu yang benar-benar tidak sesuai dengan karakter dan nilai yang biasanya ia pegang.

Kamu mungkin mengenal seseorang sebagai pribadi yang penyayang dan tidak suka menyakiti orang lain. Namun, pada suatu waktu, dia bisa saja mengucapkan sesuatu yang sangat kasar.

Hal tersebut bukan berarti ucapan itu boleh dianggap tidak penting. Namun, satu perkataan dalam kondisi tertentu juga tidak selalu menggambarkan keseluruhan diri seseorang.

Apakah Ucapan yang Menyakitkan Berarti Dia Benar-Benar Membencimu?

Belum tentu.

Ucapan seseorang memang perlu dilihat bersama konteks, kondisi emosional, dan pola perilakunya secara keseluruhan. Satu kalimat yang keluar ketika seseorang sedang sangat marah tidak selalu menunjukkan perasaan terdalamnya.

Namun, bukan berarti setiap perkataan menyakitkan harus langsung dimaafkan atau dianggap tidak pernah terjadi.

Jika seseorang terluka karena ucapan tersebut, perasaannya tetap valid. Orang yang mengucapkannya juga tetap perlu bertanggung jawab, terutama jika perkataan itu memberikan dampak yang serius.

>> Baca juga: Jangan Ditahan, Ini 6 Cara Memproses Kemarahan dengan Cara yang Sehat

Bagaimana Sebaiknya Menyikapi Ucapan yang Menyakitkan?

Jika kamu menjadi orang yang mengucapkan sesuatu yang sebenarnya tidak kamu maksud, jangan hanya berkata, “Aku kan tidak bermaksud begitu.”

Perasaan orang lain tetap bisa terluka meskipun niatmu sebenarnya berbeda. Karena itu, kamu bisa mengakui kesalahan, meminta maaf, dan menjelaskan apa yang sebenarnya sedang kamu rasakan.

Jika kamu berada di posisi yang mendengar ucapan menyakitkan, kamu juga tidak harus langsung mempercayai bahwa orang tersebut benar-benar membencimu. Cobalah melihat apakah perkataannya sesuai dengan perilaku dan sikapnya selama ini.

Jika itu hanya terjadi sesekali ketika dia sedang kehilangan kendali, situasinya mungkin berbeda dengan seseorang yang berulang kali menggunakan kata-kata menyakitkan untuk merendahkan atau mengendalikanmu.

Belajar Berhenti Sebelum Berbicara

Kita memang tidak selalu bisa mencegah emosi muncul. Namun, kita bisa mencoba memberi jeda sebelum bereaksi.

Ketika merasa sangat marah, cobalah berhenti berbicara untuk sementara. Tarik napas, menjauh dari situasi jika memungkinkan, dan beri diri sendiri waktu untuk lebih tenang.

Kamu juga bisa mengatakan, “Aku sedang terlalu emosi. Kita bicara lagi setelah aku lebih tenang.”

Jeda sederhana seperti ini dapat membantu mencegah perkataan spontan yang nantinya kamu sesali.

Pada akhirnya, manusia memang bisa mengalami momen ketika emosi mengambil alih dan membuat kita mengatakan sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan keinginan kita. Namun, memahami alasan di baliknya bukan berarti membenarkan ucapan yang menyakitkan.

Kita tetap bertanggung jawab atas kata-kata yang keluar. Begitu juga ketika menjadi pihak yang terluka, kamu boleh mempertimbangkan konteks dan memahami bahwa perkataan seseorang saat kehilangan kendali belum tentu mencerminkan isi hatinya yang sebenarnya.

Why We Say Hurtful Things We Don't Mean
Dapatkan Buku Digital Pilihan Anda!
di Lynk.id - mediapositif.id
The Power of Your Subconscious Mind
Beli Sekarang
What Color Is Your Parachute?
Beli Sekarang
The Psychology of Money: Ringkasan Praktis
Beli Sekarang
Atomic Habits: Ringkasan Praktis dan Workbook
Beli Sekarang

Komentar

    📢

    Kerja Sama Iklan Segera Hadir!

    Kami sedang menyiapkan halaman khusus untuk Anda yang tertarik beriklan bersama Media Positif. Nantikan kabar baiknya dalam waktu dekat, ya!